RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat transformasi pasar tradisional pada 2026. Sebanyak 15 pasar rakyat ditargetkan direvitalisasi tahun ini, dengan Pasar Tembok Dukuh menjadi salah satu proyek prioritas yang kini dikebut penyelesaiannya.
Wali Kota Eri Cahyadi turun langsung meninjau progres revitalisasi Pasar Tembok Dukuh di Jalan Kranggan No 120, Selasa (28/4/2026), untuk memastikan penataan berjalan sesuai target.
Menurut Eri, revitalisasi tidak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga mengubah wajah pasar rakyat agar lebih bersih, tertata, nyaman, dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
“Pasar tradisional harus berubah. Bukan hanya bangunannya bagus, tapi aktivitas di dalamnya juga tertib sesuai aturan,” kata Eri usai peninjauan.
Ia menegaskan, penataan pasar dilakukan sejalan dengan regulasi perdagangan nasional yang mengatur standar pengelolaan pasar rakyat. Salah satu fokusnya adalah menertibkan aktivitas yang tidak sesuai ketentuan, termasuk perdagangan barang hidup di area pasar.
Baca Juga: Surabaya Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah, Eri Cahyadi Tekankan Perhitungan Tongbin Berbasis Data
Selain itu, Pemkot juga membenahi kapasitas pedagang. Jika sebelumnya hanya sekitar 135 stan yang tersedia, kini jumlahnya meningkat menjadi 189 stan setelah penataan ulang.
“Dengan kapasitas bertambah, pedagang yang selama ini berjualan di luar pasar bisa masuk ke dalam fasilitas yang sudah disediakan,” ujarnya.
Baca Juga: Kejari Surabaya Tahan Pegawai Bank BUMN, Terkait Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar
Langkah ini sekaligus menjadi strategi Pemkot menghapus praktik pasar tumpah di tepi jalan yang selama ini memicu kemacetan dan mengganggu fungsi jalan.
Dari sisi kenyamanan, bangunan pasar juga diperbarui melalui penggantian atap agar cahaya alami masuk, sirkulasi udara lebih baik, dan suasana pasar menjadi lebih terang serta sejuk bagi pengunjung maupun pedagang.
Baca Juga: Pencuri Tutup Tandon Milik Ekspedisi di Perak Timur Surabaya Ditangkap, Begini Pengakuan Tersangka
Revitalisasi Pasar Tembok Dukuh ditargetkan rampung pertengahan Mei 2026. Setelah itu, kebersihan pasar akan diperkuat dengan petugas khusus yang dibiayai PD Pasar Surya.
Direktur Utama PD Pasar Surya, Agus Priyo, mengatakan penataan berjalan cukup positif setelah pedagang mendapat kepastian hak stan mereka tidak dihapus.
“Seluruh pedagang tetap mendapat haknya. Yang berubah adalah penataan dan penyesuaian jenis dagangan agar lebih tertib,” ujarnya.
Baca Juga: Haji 2026: 39.203 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah
Selain Pasar Tembok Dukuh, sejumlah pasar lain juga masuk tahap revitalisasi tahun ini, di antaranya Pasar Kembang, Pasar Babakan, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.
Pemkot optimistis, program ini akan menjadi tonggak perubahan wajah pasar tradisional Surabaya menjadi pusat ekonomi rakyat yang modern namun tetap terjangkau. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto