Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Senin 27 April 2026: Hujan Ringan Berpotensi Turun Sore hingga Malam

Lambertus Hurek • Senin, 27 April 2026 | 04:49 WIB
Ilustrasi hujan ringan di taman kota. (AI)
Ilustrasi hujan ringan di taman kota. (AI)

 

RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Senin, 27 April 2026 diperkirakan didominasi kondisi berawan tebal sejak pagi hingga siang hari. Pada pukul 05.00 hingga 06.00 WIB, langit sudah tertutup awan dengan suhu udara berkisar 26 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 89 persen.

Memasuki pagi hari, sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 WIB, potensi hujan disertai petir mulai muncul meskipun bersifat lokal. Suhu udara berangsur naik dari 27 hingga 28 derajat Celsius, dengan kondisi tetap didominasi awan tebal.

Baca Juga: Tragedi di Jembatan Cangar, PU Bina Marga Jatim Segera Pasang Pagar Pengaman

Pada siang hari, cuaca cenderung stabil dengan kondisi berawan tanpa hujan. Suhu udara terus meningkat dari 29 derajat Celsius pada pukul 09.00 WIB hingga mencapai sekitar 31 derajat Celsius pada pukul 12.00–15.00 WIB. Meski tidak ada hujan, udara terasa cukup panas dengan suhu maksimum atau indeks panas menyentuh 39 derajat Celsius.

Memasuki sore hari, potensi hujan ringan mulai meningkat sejak pukul 16.00 WIB dalam bentuk passing showers. Hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap hingga malam hari dengan intensitas ringan. Curah hujan tercatat meningkat dari 0,1 mm pada sore hari hingga mencapai sekitar 0,3 mm pada malam hari.

Pada malam hari, hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga pukul 23.00 WIB dengan kondisi langit tetap berawan tebal. Suhu udara menurun secara perlahan dari 30 derajat Celsius pada sore hari menjadi sekitar 27 derajat Celsius pada malam hari, sementara kelembapan meningkat hingga 90 persen.

Kecepatan angin relatif lemah hingga sedang, berkisar antara 0 hingga 10 km/jam, sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan cuaca secara signifikan.

Baca Juga: Dies Natalis ke-45 UWP, Perkuat Komitmen Pendidikan dan Olahraga Berkelanjutan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Tanjung Perak menyampaikan bahwa meskipun saat ini telah memasuki musim kemarau, bukan berarti wilayah Jawa Timur sepenuhnya bebas dari hujan. Menurutnya, hujan masih bisa terjadi, namun dengan intensitas yang lebih rendah dibandingkan musim penghujan.

“Di musim kemarau ini bukan berarti tanpa hujan sama sekali. Intensitas hujannya tetap ada, tetapi tidak seperti pada musim penghujan,” jelasnya.

Terkait hujan yang sempat terjadi di Surabaya dan sekitarnya, BMKG mencatat adanya gangguan atmosfer berupa pola streamline di wilayah selatan Jawa. Kondisi tersebut memicu terbentuknya daerah siklonik yang menyebabkan konvergensi udara di Jawa Timur.

“Hal ini memicu pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Surabaya dan sekitarnya,” tambahnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#surabaya #Prakiraan Cuaca #BMKG #Musim Kemarau #hujan ringan