Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Angkut 907 Kg Sampah dari Kalitebu Surabaya, Aktivis Lingkungan Mulai Pasang Trashboom

Rahmat Sudrajat • Minggu, 26 April 2026 | 15:49 WIB
Pemasangan trashboom untuk mencegah sampah masuk ke laut di Kalitebu, Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
Pemasangan trashboom untuk mencegah sampah masuk ke laut di Kalitebu, Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA  - Selama puluhan tahun Kalitebu menghadapi pencemaran yang serius. Tingginya volume sampah, terutama plastik, membuat aliran air terhalang. 

Mission for Zero Plastic Leakage (Mozaik) yang diinisiasi oleh Ecoton dengan berbagai pihak melakukan pembersihan langsung di Kalitebu. Dimulai dengan pemasangan trashboom atau alat pencegat sampah di tengah sungai, yang meliputi Kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Sidotopo Wetan.

Baca Juga: IPSI Surabaya Bidik Juara Umum Kejurprov Jatim 2026, Turunkan 28 Atlet Terbaik

 Hasilnya cukup signifikan. Hanya dalam waktu 24 jam sejak alat tersebut terpasang, tim berhasil mengangkut total 907 kilogram sampah. Rinciannya, 757 kilogram merupakan sampah anorganik dan sisanya 150 kilogram sampah organik.

 Koordinator Tim Evakuasi Sampah Trashboom, Heri Purnomo, menyatakan bahwa data ini menjadi gambaran awal yang penting untuk memahami karakteristik pencemaran di Kalitebu. “Program ini akan mulai berjalan lebih efektif pada bulan Mei. Rencananya, kita akan memasang trashboom permanen,” ujarnya, Minggu (26/4).

 Ke depan, program ini direncanakan berjalan selama 18 bulan dengan cakupan yang lebih luas. Pemasangan trashboom akan diterapkan di tiga segmen utama Kalitebu yang mencakup enam kelurahan. Yakni segmen hulu di Kapas Madya Baru dan Simokerto, segmen tengah di Sidotopo Wetan serta Tanah Kali Kedinding, dan segmen hilir yang meliputi Bulak Banteng dan Tambak Wedi.

Sampah yang berhasil disaring dan diangkut akan melalui dua tahap penyortiran ketat. Pada tahap pertama, sampah dipilah berdasarkan jenisnya hingga mencapai 30 kategori material berbeda. Kemudian pada tahap kedua, dilakukan pemilahan lebih lanjut berdasarkan warna guna meningkatkan kualitas bahan daur ulang.

Baca Juga: Kebakaran Gudang Garam, Petugas DPKP Lakukan Pemadaman di Pakal Surabaya

Setelah dipilah, sampah akan dipadatkan melalui metode press atau balling sebelum disalurkan untuk diolah kembali melalui kerja sama dengan Bank Sampah Induk Surabaya. Program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan persampahan di tingkat kota.

 Manajer Program Mozaik, Amiruddin Muttaqin, menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada penanganan di hilir sungai, namun juga berupaya mengubah sistem dan perilaku di hulu sumber permasalahan.

 “Fokusnya mencegah sampah bocor ke laut, mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli lingkungan,” jelasnya. (rmt)

Editor : Lambertus Hurek
#kalitebu #trashboom #sampah di sungai #mikroplastik #kenjeran