Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Guru Honorer Asal Malang, Sisihkan Rp 25 Ribu Sehari, Akhirnya Berangkat Haji dari Embarkasi Surabaya

Rahmat Sudrajat • Minggu, 26 April 2026 | 12:08 WIB
BERSYUKUR: Guru honorer, Abdul Malik, menunggu di asrama haji Surabaya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.(RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
BERSYUKUR: Guru honorer, Abdul Malik, menunggu di asrama haji Surabaya sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.(RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Perjuangan panjang selama puluhan tahun akhirnya membuahkan hasil manis bagi Abdul Malik Syaiful, 49, guru honorer asal Desa Pringgondani, Kecamatan Batur, Kabupaten Malang. Bersama sang istri, Mudrika, 49, kini sudah berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, siap berangkat menunaikan ibadah haji bersama Kloter 15 menuju Madinah, Minggu (26/4). 

Niat suci ini sudah ditanamkan sejak awal membina rumah tangga. Perjuangan berat dimulai sejak tahun 2001, saat penghasilan Malik sebagai guru honorer masih sangat minim.

 “Mulai tahun 2001 dengan gaji pada waktu itu Rp 25 ribu, kami terus punya keinginan dan tekad bersama istri untuk bisa menjadi tamunya Allah. Alhamdulillah dengan menabung seadanya dari jerih payah, akhirnya di tahun 2012 kami bisa mendaftar haji untuk dua orang,” ungkapnya, Minggu (26/4). 

Baca Juga: Tragedi Chernobyl hingga Konspirasi Pembunuhan Lincoln: Peristiwa Gila yang Terjadi pada 26 April dalam Sejarah Dunia

Untuk mengumpulkan dana sekitar Rp 50 juta, pasangan ini hidup sangat hemat dan bekerja keras. Selain mengandalkan gaji yang perlahan naik menjadi Rp 250 ribu per bulan di SD dan tambahan mengajar di Madrasah, istri Malik juga giat mengembangkan usaha peternakan bebek petelur hingga 300 ekor.

 “Istri saya punya 300 ekor bebek yang setiap hari dipanen. Meski sempat terhenti saat pandemi 2020 di mana bebek kami habis, justru di situ harapan kami semakin besar,” tuturnya. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bersiap Ganti Nakhoda, Senin Jadi Hari Penentuan Kursi Ketua dan PAW Dewan

Setiap hari, Malik rutin menyisihkan rezeki yang didapat, berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu, untuk ditabung. Kesabaran dan ketekunan itu kini terbayar lunas.

 “Insyaallah ini adalah nikmat yang luar biasa, anugerah yang sangat besar. Hari ini kami ada di Asrama Haji, insyaallah akan berangkat. Luar biasa, masyaallah. Terima kasih ya Allah,” ujarnya. 

Baca Juga: Kasus Pembunuhan di Pragoto Surabaya, Pelaku Sakit Hati karena Adik Hendak Dilecehkan, Tusuk Korban Tiga Kali

Sebagai seorang pendidik, Malik memiliki doa khusus yang ingin dipanjatkan di Tanah Suci. Ia berharap kisah perjuangannya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak dan murid-muridnya.

 “Kami ingin anak-anak dan murid-murid yang pernah kami beri ilmu, bisa meneladani kami dan kelak juga bisa menunaikan ibadah haji ke Mekkah serta berziarah ke makam Rasulullah,” pungkasnya. (rmt/gun)

Editor : Guntur Irianto
#malang #Haji 2026 #berita haji terbaru #kisah #Guru Honorer