Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

4.940 Jemaah Embarkasi Surabaya Sudah Berangkat ke Tanah Suci, Dua Orang Tertunda Akibat Sakit

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 25 April 2026 | 17:40 WIB
Jemaah haji saat berada di Embarkasi Surabaya. Di hari kelima sudah 4.940 yang diterbangkan ke Madinah pada gelombang pertama ini. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Jemaah haji saat berada di Embarkasi Surabaya. Di hari kelima sudah 4.940 yang diterbangkan ke Madinah pada gelombang pertama ini. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 4.940 orang jemaah haji Embarkasi Surabaya telah diberangkatkan menuju Madinah menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 2026. 

Memasuki hari kelima proses keberangkatan, perjalanan berjalan lancar, namun tercatat ada dua orang jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena masalah kesehatan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menjelaskan bahwa hingga hari ini, total sudah 13 kloter yang diberangkatkan dan akan segera disusul keberangkatan kloter 14, 15, dan 16.

Baca Juga: Ini Pesan Maia Estianty di Siraman El Rumi dan Syifa Hadju

Secara keseluruhan kondisi jemaah dalam keadaan sehat dan lancar, kecuali dua orang tersebut.

“Hari ini memasuki hari kelima, sudah ada 13 kloter yang diberangkatkan barusan. Insyaallah sebentar lagi ada kloter 14, sehingga yang sudah keluar dari asrama haji itu mencapai ribuan jemaah,” ujar Anam.

“Alhamdulillah semuanya lancar. Namun ada dua jemaah kita yang tertinggal karena sakit. Satu di Rumah Sakit Haji dan satu memang tidak berangkat ke sini karena sakit di daerah. Kita juga masih mendalami kondisi kesehatan mereka,” imbuhnya.

Baca Juga: Aturan Ketat di Embarkasi Surabaya, Makanan Dari Luar Dilarang Dikonsumsi Jemaah Demi Cegah Penyakit yang Hambat Keberangkatan

Anam menegaskan bahwa keputusan penundaan atau pembatalan keberangkatan mutlak mengacu pada hasil rekomendasi medis. 

Jemaah baru dapat diterbangkan jika sudah mendapatkan surat keterangan laik terbang dari dokter yang bertugas.

“Kita tidak bisa memastikan kapan mereka bisa berangkat, karena harus mendapatkan izin laik terbang dari dokter. Bagi yang bahkan tidak sampai datang ke embarkasi, berarti kondisinya sudah memang tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh,” tegasnya.

Baca Juga: Waspada Kandungan Berbahaya dalam Lipstik, Ini yang Perlu Diperhatikan

Kedua jemaah tersebut yakni Atam, asal Pasuruan dari kloter 6 yang kini menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya diduga mengalami TBC, serta Naimah Wari Saleh asal Kabupaten Malang dari kloter 14 yang sakit saat hendak melakukan perjalanan menuju embarkasi.

Terkait kursi pesawat yang kosong akibat adanya jemaah yang sakit atau mengundurkan diri, Anam menjelaskan terdapat ketentuan waktu yang telah disepakati bersama berbagai pihak. 

Penggantian nama atau penukaran seat hanya dapat dilakukan maksimal H-1 atau 24 jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Kita sudah sepakat dengan pihak bandara, Saudi Airlines, dan Syarikah bahwa penggantian seat hanya bisa diproses jika laporan masuk maksimal H-1. Jika kurang dari waktu tersebut, maka tidak bisa dilakukan penyesuaian lagi,” terangnya.

Baca Juga: Tren Meningkat, World Taichi Surabaya Diikuti 800 Peserta se-Jawa Timur

Sementara itu Anam menyampaikan kabar baik mengenai kondisi cuaca di Tanah Suci. Saat ini suhu di Madinah bersahabat bagi jemaah.

“Alhamdulillah cuaca di Saudi sudah normal, tidak terlalu panas dan juga tidak dingin. Saat ini baru saja berakhir musim dingin, jadi suhunya belum mencapai titik ekstrem seperti tahun lalu yang sempat menyentuh 45 hingga 50 derajat celcius. Kondisi seperti ini tentu sangat memudahkan dan membuat nyaman jemaah selama berada di sana,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#Haji 2026 #PPIH Embarkasi Surabaya #jemaah haji #embarkasi surabaya