Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fasad Toko Nam Surabaya Dibongkar,  Warga Senior Surabaya Mengenang Belanja saat Muda Dulu 

Lambertus Hurek • Sabtu, 25 April 2026 | 12:02 WIB
Fasad Toko Nam yang tersisa di Jalan Embong Malang pun dibongkar. (Dimas Mahendra/Radar Surabaya)
Fasad Toko Nam yang tersisa di Jalan Embong Malang pun dibongkar. (Dimas Mahendra/Radar Surabaya)

 

RADAR SURABAYA – Sisa fasad Toko Nam di Jalan Embong Malang Nomor 1–3 Surabaya akhirnya dibongkar. Bangunan yang dulu menjadi salah satu ikon belanja warga Kota Pahlawan itu sebenarnya sudah tidak utuh sejak awal 2000-an. Kini, jejak terakhirnya pun hilang.

pemkot Surabaya menyebut, meski berusia ratusan tahun dan sudah ada sejak masa kolonial Belanda, bangunan tersebut tidak masuk kategori cagar budaya. Karena itu, tidak ada kewajiban pelestarian secara hukum.

Baca Juga: Ribuan Peserta Ramaikan World Taijiquan & Qigong Day 2026 di Surabaya

Namun, bagi warga lama Surabaya, Toko Nam bukan sekadar bangunan. Tempat itu menyimpan kenangan kuat tentang budaya belanja tempo dulu.

Arif Windarto mengenang, pada era 1980-an Toko Nam selalu ramai pengunjung. “Kalau ke Surabaya, rasanya belum lengkap kalau belum mampir ke Toko Nam. Di dalam sering berdesakan,” ujarnya.

Menurut dia, Toko Nam menjual hampir semua kebutuhan rumah tangga. Mulai pakaian, barang pecah belah, perlengkapan dapur, mainan anak, hingga makanan. “Mirip Transmart sekarang, tapi skalanya lebih kecil,” kata dia.

Di sekitar lokasi, juga pernah berdiri Toko Apollo yang mengusung konsep serupa. Namun, toko itu tidak bertahan lama. Kini bangunannya telah berubah fungsi menjadi hotel.

Baca Juga: Bertambah, Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian UNIFIL di Lebanon Jadi 4 Orang

Cerita serupa datang dari Irawati. Dia mengaku sering diajak orang tuanya berbelanja di Toko Nam pada 1970-an. Saat itu keluarganya masih tinggal di Surabaya.

“Waktu kecil sering diajak ke sana. Rasanya senang sekali,” ujarnya singkat.

Sari Barliana juga mengungkapkan hal yang sama. Setiap kali diajak ke Toko Nam, suasana hatinya langsung berubah ceria. Tempat itu menjadi salah satu tujuan favorit keluarga untuk berbelanja sekaligus rekreasi ringan.

Fenomena Toko Nam menunjukkan bahwa pusat perbelanjaan modern sebenarnya sudah memiliki cikal bakal sejak puluhan tahun lalu. "Konsep toko serba ada yang kini diusung mal atau ritel modern, ternyata sudah lebih dulu hadir dalam bentuk sederhana," katanya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#surabaya #embong malang #Toko Nam #bangunan cagar budaya #toserba