RADAR SURABAYA -Layanan Makkah Route kembali diterapkan guna mempermudah proses keberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya.
Layanan ini memastikan seluruh pengecekan dokumen keimigrasian dilakukan di bandara keberangkatan, sehingga ketika tiba di Arab Saudi nanti tidak terjadi penumpukan antrean.
Bahkan, begitu mendarat di Tanah Suci, jemaah bisa langsung menaiki bus menuju tempat istirahat tanpa perlu lagi melalui pemeriksaan panjang.
Baca Juga: Hajar Tukang Cukur di Lidah Kulon Surabaya, Pelaku Mengaku Gegara Tak Terima Dilihat
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa sistem layanan ini mengalami perubahan signifikan dan jauh lebih efisien dibanding tahun sebelumnya.
Hal ini telah teruji saat pelaksanaan simulasi gladi bersih dan saat pemberangkatan dalam dua yang meliputi seluruh rangkaian proses mulai dari Asrama Haji hingga titik layanan Makkah Route.
“Setelah kami lakukan simulasi gladi bersih dan pemberangkatan dalam beberapa Hai ini mulai dari Asrama Haji sampai ke Makkah Route, mulai tahun ini ada perubahan di layanannya," ungkap Yusuf, Jumat (24/4).
Baca Juga: Haji 2026: 4 Jam Sebelum Terbang, Pesawat Haji Embarkasi Surabaya Wajib Lolos Pemeriksaan Ketat
"Kalau tahun lalu, setiap jemaah yang melewati konter Makkah Route masih harus antre satu per satu untuk dicek paspor, dokumen, visa, hingga foto dan sidik jari melalui mesin khusus yang tersedia di konter,” Imbuhnya.
Berbeda dengan sistem lama, pada tahun ini proses verifikasi berjalan jauh lebih cepat dan praktis. Pihak imigrasi kini menggunakan perangkat tablet untuk melakukan seluruh rangkaian pemeriksaan.
“Nah, tahun ini itu sangat simpel sekali. Jadi begitu jemaah tiba di Makkah Route dan masuk tahap pemberian cap imigrasi, jemaah hanya perlu berdiri sebentar. Petugas sudah menyiapkan tablet yang digunakan untuk memverifikasi identitas, bahkan untuk pengambilan data sidik jari juga langsung melalui perangkat tersebut,” jelasnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Penipuan Lowongan Pekerjaan, Mantan Camat Sudah Diperiksa Polrestabes Surabaya
Dengan sistem baru ini, waktu yang dibutuhkan untuk memproses satu orang jemaah pun dipangkas drastis.
“Kemarin diperkirakan per jemaah itu prosesnya hanya memakan waktu maksimal 30 detik sampai 1 menit saja,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari