RADAR SURABAYA - Seorang pria ditemukan tewas tergeletak di Jalan Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, Kamis (23/4) pagi. Korban MJ, 57, warga setempat. Diduga korban tewas diduga jadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh dua pelaku atau lebih.
Adik sepupu korban, Iwan, mengatakan untuk mayat korban ditemukan sudah tergeletak di gang Kamis pukul 07.00."Habis makan itu, istri saya jerit. Bahwa kakak sepupu sudah tergeletak di TKP itu," ujarnya, Kamis (23/4).
Ia menambahkan, untuk kronologi lengkap dirinya mengaku kurang tahu. Namun, dari keterangan tetangga mulai dari subuh sudah terjadi cekcok antara korban dan pelaku.
Baca Juga: Komisi E DPRD Jatim Sebut Praktik Joki UTBK Cerminan Lemahnya Integritas Pendidikan
"Terus habis itu, adiknya tersangka (pelaku) pertama mukul ke wajah, lalu pulang. Terus, beberapa jam kemudian, datang kakaknya yang namanya Man. Datang bawa sajam, pisau," ucapnya.
Iwan mengaku juga sempat melihat pelaku. Namun dirinya tidak mengetahui bila pelaku ada masalah dengan korban. Menurutnya, sosok pelaku diduga masih teman tongkrongan korban yang tinggal di Rusun Sumbo.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Bongkar Fasad Eks Toko Nam di Jalan Tunjungan, TACB Sebut Bukan Cagar Budaya
"Informasinya, empat orang aslinya (pelaku). Cuma yang saya tahu di sini, pas sebelum kejadian penusukan itu, saya melihat pelaku dan adiknya," imbuhnya.
Terkait motif, Iwan menyebut belum mengetahui pasti.
"Pemicunya belum tahu karena ini belum jelas. Karena ada yang bilang, karena utang, ada yang bilang karena perempuan. Makanya saya enggak berani memastikan," bebernya.
Baca Juga: Diduga Dibunuh, Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Jalan Pragoto Surabaya
Korban sendiri diketahui sudah cerai dengan istrinya satu tahun lalu. Korban memiliki tiga orang anak dan empat cucu.
Ketua RT 03 Ismail menerangkan untuk korban MJ merupakan warganya.
Sementara pelaku diduga warga luar. Insiden maut itu diduga berawal sejak pagi. Pelaku dan korban diduga bertemu untuk rembukan menyelesaikan suatu masalah. Namun diduga tidak ada titik temu akhirnya terjadi cekcok dan penusukan.
"Ciri-ciri pelaku saya enggak tahu. Pihak yang tahu ya dari keluarga korban. Kayaknya persoalan asmara. Pelakunya itu (punya hubungan dengan) yang perempuan (dari korban). Yang meninggal itu kan lakinya (si perempuan)," katanya.
Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik mengungkapkan usai menerima laporan, anggota Polsek Simokerto dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya melalukan olah TKP serta evakuasi korban.
Baca Juga: Ekosistem Ultra Mikro BRI Group Dorong Kinerja PNM Melesat Signifikan
"Korban mengalami luka sabetan sajam di dada dan kepala. Indikasi pelaku lebih dua orang," tuturnya.
Mantan Kapolsek Sukomanunggal ini menegaskan, terkait motif memang ada rumor menyebut persoalan asmara. "Ada yang sebut asmara. Tapi dari pihak yang dimaksud tadi asmaranya itu enggak begitu dominan," sebutnya.
Polsek Simokerto saat ini telah mengerahkan anggota Unit Reskrim untuk menyelidiki dan memburu pelaku. Selain itu polisi juga mendalami rekaman CCTV, memeriksa saksi dan mendalami kronologi pasti kejadian berdarah tersebut.
"Barang bukti dari korban ada baju dan sepatu. Pelaku indikasi dua orang lebih masih lidik," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto