Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kisah Jemaah Haji: 14 Tahun Menabung, Pedagang Pasar Tradisional Asal Surabaya Ini Berangkat ke Tanah Suci 

Rahmat Sudrajat • Kamis, 23 April 2026 | 11:02 WIB
Siti Romlah dan anaknya, Arif Rachman saat mempersiapkan diri menjelang keberangkatan ke tanah suci 26 April mendatang. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Siti Romlah dan anaknya, Arif Rachman saat mempersiapkan diri menjelang keberangkatan ke tanah suci 26 April mendatang. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA - Siapa sangka, kehidupan sehari-hari sebagai pedagang di pasar tak menyurutkan niat kuat untuk meraih panggilan Allah SWT.

Setelah menunggu antrian selama 14 tahun, Siti Romlah, seorang penjual daging di Pasar Setro Makmur, Surabaya, akhirnya berkesempatan menjadi tamu Allah. 

Ia mewujudkan cita-cita tersebut berkat ketekunan menabung dari hasil dagangannya, meski penghasilan yang didapat tidak menentu.

Baca Juga: Kasus Dugaan Joki UTBK di Unesa Ditangani Polrestabes Surabaya

Meski bahagia, Romlah mengaku ada kesedihan tersendiri karena tidak dapat menjalankan ibadah haji bersama suami tercinta yang telah meninggal dunia pada 25 April 2022 lalu. 

Kini, ia berangkat bersama anaknya yang mendapatkan pelimpahan porsi haji dari almarhum suaminya. 

Momen haru pun terasa, karena jadwal masuk ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya bertepatan persis dengan tanggal dan bulan meninggalnya sang suami.

Baca Juga: Yamaha STSJ Ajak Perempuan Surabaya Rayakan Semangat Kartini melalui Fazzio Hybrid Movement Kartini Fun Run

Setiap harinya, perempuan kelahiran Bangkalan ini berangkat dari rumahnya di kawasan Kapas Madya sejak subuh untuk berjualan hingga waktu zuhur tiba.

“Ya sehari-hari jualan daging di pasar. Jualan berangkat subuh sampai siang biasanya di pasar. Sehari jualan daging 15-20 kilo. Pokoknya kalau habis dagingnya ya pulang,” tutur Romlah saat ditemui, Kamis (23/4). 

Ia mengaku telah menekuni usaha ini selama 18 tahun terakhir. Keinginan untuk berangkat haji ternyata bermula dari ucapan polos anaknya saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Baca Juga: Anggaran Surabaya Anjlok Rp1 Triliun, Eri Cahyadi Siapkan KPBU-AP untuk Selamatkan Pembangunan

“Dulu waktu anak saya SD itu kan melihat Ka'bah di sajadah, kemudian anak bilang ke bapaknya ‘gak pingin ke sini (Ka'bah)’. Kemudian suami saya akhirnya mulai mendaftar haji,” kenangnya.

Sejak mendaftar pada tahun 2012, Romlah dan suami rajin menyisihkan hasil dagangannya. Uang yang terkumpul meski sedikit demi sedikit, namun terus ditabung.

“Ya dikumpulkan sedikit-sedikit uang dari jualan. Ada Rp 25 ribu ditabung, ada Rp 50 ribu ditabung,” ujarnya.

Namun, sebelum giliran tiba ke tanah suci, suaminya meninggal dunia. Berkat kebijakan pelimpahan porsi, hak tersebut kemudian dialihkan kepada anak bungsunya.

Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Pendaki, Pendakian Gunung Semeru Sudah Dibuka

“Suami saya meninggal akhirnya digantikan oleh anak saya yang terakhir. Ya sedih gak bisa ibadah haji sama suami. Tapi takdir, bismillah lancar dan didampingi anak saya,” jelasnya.

Menjelang keberangkatan, Romlah telah mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik maupun mental. Selama kurang lebih dua minggu terakhir, ia libur berjualan agar fokus agar bisa menjaga fisik dan kesehatan. 

Ia dan anaknya tergabung dalam Kloter 18, yang dijadwalkan masuk asrama pada 25 April dan terbang menuju Tanah Suci sehari setelahnya.

Baca Juga: Harga Emas Hari Kamis 23 April Melemah Tajam, Antam, UBS, dan Galeri24 Sama-Sama Turun

“Ya pokoknya itu, makanan yang kiranya berpengaruh ke kesehatan tidak saya makan. Jaga kesehatan, pagi-pagi olahraga jalan-jalan, biar nanti di sana nggak kaget. Kan jalannya jauh katanya. Sering jalan pokoknya saya untuk persiapan nanti hajinya itu,” ungkapnya.

Tak hanya berdoa untuk dirinya, ia memiliki harapan besar agar ibadahnya diterima dan membawa berkah bagi seluruh keluarga.

“Ya insyaallah berdoa semoga panjang umur, berkah, rezeki yang banyak, sehat, keluarganya semua lancar-lancar rezekinya. Minta pokoknya yang mabrur hajinya,” harapnya.

Baca Juga: Temui KBPP Polri Jatim, Ini Agenda Baintelkam 

Menariknya, saat berada di Madinah nanti, Romlah tepat akan berulang tahun ke-55, ia lahir pada 1 Mei 1971.

Sementara itu, Moh Arif Rachman, 23, anak yang mendampingi ibunya, mengaku merasa terharu dan tidak menyangka bisa berangkat haji di usia yang terbilang muda. Ia menyadari bahwa posisinya saat ini seharusnya ditempati oleh ayahnya.

“Terharu. Harusnya kan bukan saya, tapi bapak. Ya gimana lagi, sudah takdir. Saya cuma dampingi Ibu supaya baik-baik saja di sana,” ujarnya.
 
Arif juga telah melakukan persiapan serupa, mulai dari olahraga hingga mengatur pola makan agar kondisi fisik tetap prima.

Baca Juga: Chelsea Resmi Pecat Liam Rosenior! Rekor Buruk 114 Tahun Jadi Pemicu

“Ya, persiapannya mental, fisik, sudah dijaga dari kemarin ya, kesehatan, olahraga. Kemarin sempat diet juga untuk menjaga kesehatan badan,” tuturnya.

Selain memohon kelancaran ibadah, Arif juga menyimpan doa pribadi yang ingin dipanjatkan di hadapan Allah.

“Semoga cepat dapat jodoh, dilancarkan terus rezekinya, dan semoga satu keluarga disehatkan semua dan dilancarkan juga rezekinya,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
#Kisah Jemaah Haji #Pedagang Pasar #Haji 2026 #surabaya #embarkasi surabaya