RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Kamis 23 April 2026 diperkirakan didominasi kondisi berawan sejak dini hari hingga pagi. Memasuki siang hari, suhu meningkat cukup signifikan sehingga terasa panas dan gerah, sebelum akhirnya hujan turun pada sore hingga malam hari.
Sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, cuaca cenderung mendung dengan suhu stabil di kisaran 26 derajat Celsius. Kelembapan udara cukup tinggi, mencapai 90 persen lebih, dengan angin relatif tenang. Peluang hujan sangat kecil pada periode ini.
Baca Juga: Beli Voucher Parkir Suroboyo Lebih Mudah, Pemkot Surabaya Akan Gandeng Minimarket
Memasuki pagi hingga menjelang siang, suhu mulai naik dari 28 derajat Celsius pada pukul 07.00 WIB menjadi sekitar 32 derajat Celsius pada pukul 10.00–11.00 WIB.
Meski langit tetap berawan, suhu terasa bisa mencapai 40–41 derajat Celsius akibat tingginya kelembapan. Angin bertiup lemah hingga sedang dari arah timur dengan kecepatan 5–8 km per jam.
Pada siang hingga sore hari, sekitar pukul 12.00 WIB, hujan ringan mulai berpotensi turun. Intensitasnya meningkat menjadi hujan sedang pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB dengan peluang hujan mencapai hampir 50 persen. Suhu perlahan turun dari 32 derajat Celsius menjadi 29 derajat Celsius, dengan kelembapan meningkat hingga 85 persen.
Memasuki malam hari, hujan masih berlanjut dalam bentuk ringan hingga disertai petir di beberapa wilayah. Suhu berkisar antara 27–28 derajat Celsius dengan kelembapan tetap tinggi di atas 90 persen. Intensitas hujan berangsur menurun menjelang tengah malam.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Resmi Punya Dewan Kebudayaan, Kebijakan Budaya Berbasis Riset Dimulai
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan ke kemarau yang sedang berlangsung.
Menurut BMKG, kondisi atmosfer yang labil masih berpotensi memicu hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Jawa Timur.
BMKG juga mencontohkan kejadian cuaca ekstrem yang terjadi di Pacitan pada pekan lalu, yang menyebabkan banjir dan longsor. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun di daerah rawan bencana.(*)
Editor : Lambertus Hurek