RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Rabu, 22 April 2026 diperkirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara sporadis sejak pagi hingga malam hari.
Pada awal hari, sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, wilayah Surabaya berpotensi mengalami hujan disertai petir dengan suhu berkisar 26–28 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 95 persen.
Baca Juga: UTBK 2026 Unair Dimulai: Kehadiran Tembus 95,8%, Pengawasan Super Ketat Anti Joki
Memasuki pagi menjelang siang, hujan ringan masih berpotensi terjadi dalam bentuk passing showers. Suhu udara meningkat cukup signifikan dari 29 derajat Celsius pada pukul 08.00 WIB hingga mencapai puncaknya sekitar 32 derajat Celsius pada pukul 10.00–13.00 WIB. Meski diselingi hujan, kondisi terasa panas dengan suhu maksimum atau indeks panas menyentuh 40 derajat Celsius.
Pada siang hingga sore hari, potensi hujan disertai petir kembali muncul di sejumlah wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang. Curah hujan tercatat meningkat secara bertahap hingga sekitar 0,4 mm pada sore hari. Suhu udara mulai menurun secara perlahan dari 32 derajat Celsius menjadi 30 derajat Celsius menjelang pukul 17.00 WIB.
Memasuki malam hari, hujan ringan masih berpeluang terjadi hingga sekitar pukul 21.00 WIB sebelum akhirnya kondisi menjadi berawan tebal. Suhu udara berkisar antara 26–29 derajat Celsius dengan kelembapan kembali meningkat hingga di atas 90 persen.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Sisir Kampung-Kampung untuk Data Pemuda Kurang Mampu yang Ingin Kuliah
Angin bertiup relatif lemah sepanjang hari dengan kecepatan antara 1 hingga 10 km/jam, sehingga tidak banyak mempengaruhi perubahan cuaca secara signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Meski secara umum curah hujan mulai berkurang, kondisi atmosfer masih memungkinkan terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah Jawa Timur.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah antisipatif, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan.(*)
Editor : Lambertus Hurek