Unesa Temukan Indikasi Perjokian dan Pemalsuan Dokumen dalam UTBK SNBT di Awal Ujian

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 21:32 WIB
Peserta UTBK SNBT di Unesa saat melewati skrining sebelum masuk ke ruang ujian, Selasa (21/4). (UNESA)
Peserta UTBK SNBT di Unesa saat melewati skrining sebelum masuk ke ruang ujian, Selasa (21/4). (UNESA)

RADAR SURABAYA -  Panitia pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil mengidentifikasi dan menindaklanjuti dugaan kecurangan berupa praktik perjokian pada hari pertama pelaksanaan ujian, Selasa (21/4). 

Kasus ini terungkap saat proses berlangsung pada sesi pertama yang berlangsung pukul 06.45 hingga 10.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang dilakukan, ditemukan indikasi pemalsuan dokumen, antara lain berupa ijazah dan dokumen kependudukan. 

Baca Juga: Medical Tourism Surabaya Resmi Diluncurkan, Target Pasien Indonesia Timur hingga Mancanegara

Untuk memastikan keabsahan berkas yang dibawa, tim panitia kemudian melakukan konfirmasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah asal serta kepala sekolah terkait guna mendapatkan data pembanding. 

Dari hasil penelusuran tersebut, pihak sekolah mengirimkan salinan dokumen asli yang dilengkapi dengan identitas lengkap dan foto resmi pemilik berkas.

Hasil verifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pada nama yang tercantum dalam ijazah asli dengan dokumen yang digunakan peserta saat ujian.

Baca Juga: Unesa dan Tiongkok Perkuat Confucius Institute, Dorong Pembelajaran Bahasa Mandarin dan Pertukaran Budaya Global

Namun, ditemukan perbedaan yang cukup jelas pada bagian foto, yang menjadi indikasi kuat bahwa berkas yang digunakan bukanlah dokumen asli milik peserta yang bersangkutan.

Selain itu, dokumen kependudukan yang dibawa juga terbukti merupakan dokumen palsu.

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal seperti ini sejak awal. 

Baca Juga: Jadi Biang Kemacetan di Wonokromo, Pemkot Surabaya Akhirnya Tutup Pasar Maling 

Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ujian untuk program studi tertentu, salah satunya kedokteran, kerap menjadi titik rawan akan praktik kecurangan. 

Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan menyeluruh.

“Kami memang sudah memetakan potensi sejak awal. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tes pada program studi tertentu memiliki risiko kecurangan yang lebih tinggi. Karena itu, pengawasan kami perketat dan SOP dijalankan secara lebih rinci,” ujarnya.

Melalui sistem pengawasan yang diterapkan secara berlapis, panitia kemudian menemukan indikasi adanya praktik perjokian yang disertai dengan pemalsuan dokumen tersebut. 

Baca Juga: Angkat Besi Jatim Sabet 10 Medali di Kejurnas 2026, Atlet Muda Bersinar

Meski demikian, proses penanganan dilakukan secara profesional dan tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. 

Peserta yang bersangkutan diizinkan untuk tetap mengikuti ujian hingga selesai, sebelum kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.

“Langkah ini menunjukkan bahwa SOP benar-benar kami jalankan. Kecurangan yang sangat kecil sekalipun dapat kami deteksi. Setelah ujian selesai, kami langsung melakukan pendalaman dan mengamankan yang bersangkutan,” tuturnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Tegaskan Arah Kebijakan Pro-Perempuan di Hari Kartini 2026

Selanjutnya, Unesa berkoordinasi dengan panitia pusat UTBK-SNBT serta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut. 

Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen pihak penyelenggara dalam menegakkan prinsip kejujuran, objektivitas, dan keadilan dalam setiap tahapan proses seleksi nasional.

Martadi menegaskan bahwa temuan ini justru menjadi bukti positif atas keseriusan panitia dalam menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan ujian. 

Baca Juga: BP3MI Jatim : Pemulangan PMI Bermasalah, Mayoritas Berangkat Nonprosedural

Dengan sistem pengawasan yang semakin diperketat, berbagai bentuk kecurangan sekalipun yang sulit terdeteksi secara kasat mata dapat diungkap dengan akurat dan tepat.

Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga telah menerapkan berbagai langkah pencegahan, seperti pemeriksaan ketat terhadap setiap peserta, pembatasan jenis barang bawaan, penggunaan sistem penyimpanan tas yang terjamin keamanannya, hingga penyediaan sandal khusus guna mencegah penyalahgunaan perangkat tersembunyi. 

Seluruh prosedur ini disusun dan dijalankan dengan tujuan agar pelaksanaan ujian dapat berlangsung dengan jujur dan transparan. 

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang adil. Integritas adalah prioritas utama kami dalam menyelenggarakan UTBK ini,” tegasnya.

Baca Juga: Mulai 2028, Jasa Jalan Tol Bakal Dikenai PPN

Berkat langkah-langkah yang diambil secara sigap dan terukur tersebut, pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Unesa pada hari pertama tetap berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. 

Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem seleksi nasional yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan keadilan. (rmt)

Editor : Nurista Purnamasari
Sumber : radar surabaya
utbk snbt 2026 perjokian surabaya pemalsuan dokumen UNESA