RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi meluncurkan program medical tourism sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS), Selasa (21/4).
Program ini ditujukan untuk menjadikan Surabaya sebagai pusat layanan kesehatan unggulan bagi masyarakat Indonesia timur hingga pasien dari luar negeri.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa saat ini terdapat delapan rumah sakit di Surabaya yang telah mengantongi sertifikat medical tourism dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Menurutnya, program ini menawarkan layanan kesehatan terintegrasi yang dikemas dalam bentuk paket perjalanan.
Baca Juga: Tak Punya Biaya Kuliah? Pemkot Surabaya Datangi Rumah Warga, Ini Programnya!
Pasien dapat menikmati fasilitas mulai dari penjemputan di bandara dengan jalur khusus ambulans, layanan medis di rumah sakit, hingga akomodasi hotel bagi keluarga.
“Pasien dari luar kota maupun luar negeri cukup memilih paket yang tersedia. Semua layanan sudah terintegrasi dengan biro perjalanan,” ujar Eri.
Delapan rumah sakit yang tergabung dalam program ini meliputi RSUD Dr Soetomo, RSUD Dr Soewandhi, RS Universitas Airlangga, RS Husada Utama, RS Premier Surabaya, RS Siloam Surabaya, RS Universitas Surabaya, serta RS Katolik St Vincentius a Paulo.
Masing-masing rumah sakit memiliki layanan unggulan, seperti penanganan penyakit jantung, terapi khusus, hingga layanan kesehatan perempuan dan anak.
Eri menegaskan, program medical tourism tidak hanya berfokus pada promosi fasilitas medis, tetapi juga membangun ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Ia optimistis kualitas tenaga medis dan teknologi kesehatan di Surabaya mampu bersaing dengan layanan kesehatan luar negeri, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke negara lain.
Pemkot Surabaya menargetkan kunjungan pasien untuk berobat maupun medical check-up mencapai 500 hingga 1.000 orang dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Kawasan Kalitebu Kumuh dan Ruwet, Kini Ditata Ulang Jadi Destinasi Wisata di Surabaya
Untuk mendukung target tersebut, promosi akan digencarkan melalui berbagai kanal, termasuk transportasi umum seperti maskapai penerbangan internasional, kereta api, dan kapal laut.
Selain itu, rumah sakit dan biro perjalanan diminta menyediakan informasi lengkap mengenai tarif serta layanan unggulan di situs resmi masing-masing.(dim)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan