RADAR SURABAYA — Kawasan Kalitebu di Kecamatan Kenjeran bertahun-tahun menghadapi persoalan sampah dan kondisi lingkungan yang kumuh. Pemkot Surabaya segera melakukan penataan secara menyeluruh.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penataan Kalitebu tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga memperbaiki infrastruktur di sekitarnya. Kawasan tersebut direncanakan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Surabaya.
Baca Juga: UTBK 2026 Unair Dimulai: Kehadiran Tembus 95,8%, Pengawasan Super Ketat Anti Joki
“Puluhan tahun kondisinya seperti ini. Karena itu, akan kita tata, bisa jadi wisata baru. Jalan di kanan-kiri kali akan kita aspal semua,” ujar Eri kemarin (21/4).
Pemkot akan melakukan pengaspalan di kedua sisi jalan sepanjang aliran Kalitebu. Mulai dari titik rumah pompa hingga ujung kawasan, dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari.
Pengerjaan akan dilakukan dari empat titik sekaligus agar prosesnya lebih cepat. Namun, tahap awal difokuskan hingga jembatan pertama dengan panjang sekitar 1 kilometer.
“Targetnya 20 hari selesai. Kita kerjakan dari beberapa titik sekaligus agar cepat,” jelasnya.
Penataan ini diharapkan mampu mengubah wajah kawasan yang selama ini terkesan kumuh menjadi lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.
Baca Juga: DPRD Jatim Tegaskan Arah Kebijakan Pro-Perempuan di Hari Kartini 2026
Selain penataan fisik, Pemkot juga akan memperkuat pengawasan dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di sepanjang sisi barat dan timur Kalitebu. Langkah ini dilakukan untuk menekan kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarangan.
Eri menegaskan, warga yang tertangkap membuang sampah akan dikenakan sanksi sosial, yakni diwajibkan membersihkan sungai selama tiga hari.
“Kalau ada yang ketahuan buang sampah, akan kami beri sanksi sosial membersihkan sungai. Supaya merasakan langsung bagaimana beratnya menjaga kebersihan,” tegasnya.
Dalam penanganan kawasan Kalitebu, Pemkot Surabaya juga melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas lingkungan. Salah satunya adalah Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) yang turut berperan dalam kegiatan bersih-bersih sungai bersama pemerintah dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Sisir Kampung-Kampung untuk Data Pemuda Kurang Mampu yang Ingin Kuliah
Eri berharap, setelah penataan selesai, masyarakat dapat ikut menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. “Kota ini milik kita bersama. Saya minta warga ikut menjaga, jangan buang sampah sembarangan,” katanya.
Penataan Kalitebu tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Eri menilai, persoalan utama bukan hanya infrastruktur, melainkan kebiasaan membuang sampah yang masih terjadi. (dim)
Editor : Lambertus Hurek