Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jadi Biang Kemacetan di Wonokromo, Pemkot Surabaya Akhirnya Tutup Pasar Maling 

Dimas Mahendra • Selasa, 21 April 2026 | 17:36 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelebaran Jalan Wonokromo Surabaya yang selama bertahun-tahun dijadikan Pasar Maling. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau pelebaran Jalan Wonokromo Surabaya yang selama bertahun-tahun dijadikan Pasar Maling. (DIMAS MAHENDRA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Kawasan Jalan Wonokromo, tepatnya di depan DTC, selama ini dikenal rawan kemacetan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan percepatan penanganan di lokasi tersebut.

Wali Kota Eri menegaskan, jalan yang sebelumnya sempit dan tidak berfungsi optimal akan diperlebar sehingga dapat kembali dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas utama. “Jalan ini akan kita aspal agar jalurnya lebih lebar, sehingga bisa mengurai kemacetan dari arah Jagir maupun arah Novotel,” ujarnya, Selasa (21/4).

Baca Juga: UTBK 2026 Unair Dimulai: Kehadiran Tembus 95,8%, Pengawasan Super Ketat Anti Joki

Kawasan ini sebelumnya dikenal masyarakat sebagai Pasar Maling karena dipenuhi puluhan pedagang kaki lima yang berjualan mulai sore hingga malam. Aktivitas tersebut menyebabkan penyempitan badan jalan dan kerap memicu kemacetan, terutama saat jam pulang kerja.

“Pedagang sudah kita relokasi ke tempat-tempat yang disiapkan. Jadi, jalan ini tidak lagi dipakai untuk aktivitas yang mengganggu lalu lintas,” jelas Eri.

Penataan jalan dilakukan dengan pengaspalan sepanjang kurang lebih 500 meter, dengan lebar tambahan sekitar 4 hingga 5 meter. Dengan pelebaran tersebut, kapasitas jalan diharapkan meningkat signifikan.

Selain itu, Pemkot juga akan melakukan rekayasa lalu lintas di perlintasan kereta api sekitar kawasan tersebut. Salah satunya dengan mengatur waktu lampu lalu lintas agar menyala merah sebelum palang pintu kereta ditutup.

“Selama ini lampu merah menyala setelah palang tertutup, sehingga antrean kendaraan sudah telanjur panjang. Ke depan akan kita atur satu menit sebelum kereta lewat sudah lampu merah,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Sisir Kampung-Kampung untuk Data Pemuda Kurang Mampu yang Ingin Kuliah

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah antrean kendaraan yang memanjang hingga ke simpang Jagir dan arah Wonokromo, yang selama ini menjadi titik kemacetan.

Selain perbaikan jalan, Pemkot Surabaya juga akan menata kawasan sekitar, termasuk akses ke area Punden Wonokromo. Nantinya, area tersebut akan dilengkapi pagar pembatas demi menjaga keselamatan warga, khususnya dari risiko mendekati jalur rel kereta api.

Eri menegaskan bahwa setelah penataan selesai, kawasan tersebut tidak boleh lagi digunakan untuk parkir liar maupun aktivitas yang mengganggu fungsi jalan.

“Jalan ini harus kembali menjadi jalan, bukan tempat parkir atau aktivitas lain yang menghambat,” tegasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#jalan wonokromo #pasar maling #pelebaran jalan #wali kota surabaya #Eri Cahyadi