RADAR SURABAYA – Warga Kota Surabaya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan pada Selasa, 21 April 2026, karena cuaca diprediksi tidak bersahabat sepanjang hari. Berdasarkan data prakiraan cuaca terkini, langit Surabaya akan didominasi kondisi mendung hingga hujan ringan yang disertai potensi petir mulai dari siang hingga larut malam.
Pada pagi hari, mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB, kondisi overcast atau mendung akan menyelimuti wilayah Surabaya. Suhu pada pagi hari berkisar antara 26 hingga 29 derajat celcius dengan kelembapan yang cukup tinggi mencapai 91 persen. Meskipun belum terjadi hujan, angin bertiup pelan dari arah utara dengan kecepatan sekitar 4 kilometer per jam.
Baca Juga: AKPI Cetak Kurator Profesional di Surabaya, Tekankan Etika dan Integritas
Memasuki pukul 10.00 WIB hingga siang hari, kondisi berangsur berubah. Awan mulai menyuntikkan hujan ringan yang disebut passing showers. Pada pukul 10.00 dan 11.00 WIB, potensi hujan ringan mulai muncul dengan curah sekitar 0.1 milimeter. Intensitas hujan diperkirakan meningkat pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB dengan curah mencapai 0.3 hingga 0.4 milimeter.
Yang perlu diwaspadai, pada pukul 14.00 WIB dan 17.00 hingga 18.00 WIB, diprediksi akan terjadi badai petir terisolasi. Kondisi ini disertai angin dengan kecepatan mencapai 8 hingga 9 kilometer per jam.
Suhu puncak siang hari diperkirakan mencapai 33 derajat celcius pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB, namun akan terasa lebih panas karena kelembapan yang masih tinggi.
Memasuki sore hingga malam hari, kondisi tidak kunjung membaik. Mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, hujan dengan kategori "a few showers" atau beberapa kali hujan ringan akan terus mengguyur.
Baca Juga: Gelar Simulasi Penerimaan Jemaah Kloter Awal di Asrama Haji Surabaya
Curah hujan pada periode malam diperkirakan mencapai 0.4 hingga 0.5 milimeter. Suhu pada malam hari akan turun drastis hingga 26 derajat celcius, dan kelembapan melonjak sangat tinggi mencapai 94 persen pada pukul 23.00 WIB. Kondisi ini tentu membuat udara terasa lembap dan dingin.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa saat ini wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya, sedang berada dalam masa peralihan atau pancaroba dari musim hujan menuju musim kemarau. Masa pancaroba ini dikenal dengan karakter cuaca yang sangat tidak menentu. Pagi hari bisa terlihat cerah, namun siang atau sore hari bisa berubah drastis menjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir dalam waktu singkat.
Masyarakat tidak boleh lengah meskipun musim hujan mulai bergeser. Peringatan ini menjadi sangat penting mengingat pekan lalu, cuaca ekstrem telah memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah Jawa Timur, salah satunya yang paling parah terjadi di Kabupaten Pacitan. Kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi selama masa pancaroba. (*)
Editor : Lambertus Hurek