Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dapat Dua Kali Makan dan Satu Camilan di Pesawat

Rahmat Sudrajat • Minggu, 19 April 2026 | 04:04 WIB
Koki dari pihak ACS selaku penyedia makanan selama penerbangan haji saat melakukan uji kelayakan makanan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Koki dari pihak ACS selaku penyedia makanan selama penerbangan haji saat melakukan uji kelayakan makanan. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
RADAR SURABAYA - Jemaah haji yang berangkat melalui Embarkasi Surabaya akan mendapatkan pelayanan konsumsi khusus selama di pesawat.

Pihak penyedia jasa katering, Aerofood ACS, menyiapkan tiga kali layanan makan yang terdiri dari dua hidangan utama dan satu kali camilan, dengan standar keamanan pangan yang ketat.
Persiapan matang ini telah melalui uji kelayakan (meal test) yang langsung dicoba oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk memastikan kualitasnya aman, sehat, dan sesuai selera menu nusantara. 
Baca Juga: Baru Dibuka Beberapa Jam, Selat Hormuz Kembali Ditutup, 2 Kapal Ditembak Karena Nekat Melintas
Executive Chef Aerofood ACS, Kristianto Wibowo, menjelaskan bahwa setiap paket makanan dirancang dengan komposisi gizi seimbang. 
Berat total makanan mencapai sekitar 470 gram dengan kandungan energi rata-rata 400 kalori, cukup untuk menjaga stamina jemaah hingga tiba di Madinah.
“Untuk makanan jamaah haji di pesawat kita ada tiga kali service. Satu kali service untuk meals itu ada dua pilihan. Yang pertama adalah ikan dengan daging, kedua adalah ayam dengan ikan, dan ketiga adalah snack sama jus sari kacang hijau,” ujar Kristianto, Minggu (19/4). 
Baca Juga: Fasad Eks Toko Nam Surabaya Bakal Dibongkar untuk Kembalikan Fungsi Pedestrian, Diganti dengan Penanda Sejarah
Menu yang diusung adalah masakan khas Nusantara. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah menghilangkan rasa pedas dan penggunaan cabai kasar demi kenyamanan pencernaan, terutama bagi jemaah lansia.
“Masakan yang disajikan Nusantara. Yang perlu diwaspadai, jamaah haji tidak mau makanan yang pedas, bahkan tekstur-tekstur cabai itu juga nggak mau, mungkin terkait dengan kesehatan. Itu sih,” jelasnya.
Tahun ini, terdapat pembaruan menu. Untuk hidangan utama disediakan pilihan ikan bumbu rujak dengan pendamping daging semur dan  ayam kare dengan pendamping ikan pesmol.
Baca Juga: Viral! Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Dedi Mulyadi Usulkan Hukuman Kerja Sosial
Sementara untuk camilan, disediakan banana muffin dan cheese bun. "Kalau tahun kemarin itu ayam semur, sekarang sudah berganti ke beef semur sama ayam bumbu rujak,” imbuhnya. 
 
Untuk menjaga kualitas dan keamanan, seluruh makanan dimasak sejak dua hari sebelum keberangkatan (H-2). 
Proses pengemasan dilakukan maksimal 45 menit setelah dimasak dan langsung disimpan pada suhu di bawah 10 derajat celcius sebelum dibekukan. Nanti di pesawat, makanan akan dipanaskan kembali (reheating) sesuai prosedur.
Baca Juga: Temukan Sarang Perindukan Nyamuk di Asrama Haji Surabaya, BBKK Lakukan Fogging Menyeluruh Jelang Jemaah Masuk
“Kita ikuti SOP, mulai dari Critical Control Point (CCP), pembuatan, hingga packaging harus sesuai standar agar tetap higienis,” paparnya.
Kepedulian juga diberikan kepada jemaah dengan kebutuhan khusus. Selain menu utama, pihak katering juga menyiapkan opsi makanan lunak berupa bubur.
“Biasanya kita sediakan bubur. Kemungkinan nanti ada jemaah yang berhalangan atau lansia yang tidak kuat makan makanan keras, pilihannya bubur di situ,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari
#Aerofood ACS #Haji 2026 #jemaah haji #embarkasi surabaya #makanan jemaah haji