RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Jumat, 17 April 2026 diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga berawan sepanjang hari. Suhu udara pada pagi hari mulai pukul 05.00 WIB tercatat sekitar 26 derajat Celsius dengan kondisi sebagian besar cerah, kemudian berangsur naik seiring terbitnya matahari.
Memasuki pukul 07.00 hingga siang hari, cuaca diperkirakan cerah hingga cerah berawan dengan suhu meningkat signifikan. Pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB, suhu udara mencapai puncaknya di kisaran 33 derajat Celsius dengan suhu terasa hingga 40 derajat Celsius. Kondisi ini disertai kelembapan udara yang mulai menurun hingga sekitar 62 persen.
Baca Juga: Jambret Sadis di Jalan Kusuma Bangsa Surabaya Divonis 11 Tahun Penjara
Pada sore hari, cuaca mulai berubah menjadi berawan hingga mendung. Suhu udara perlahan turun ke kisaran 31–32 derajat Celsius pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Memasuki malam hari, kondisi langit diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan.
Hujan ringan berpotensi terjadi mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB dengan peluang berkisar 25 hingga 37 persen. Meski intensitas hujan tergolong ringan, masyarakat tetap diimbau waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.
Kecepatan angin sepanjang hari relatif stabil di kisaran 7 hingga 13 km/jam dengan arah dominan ke utara. Sementara itu, tingkat kelembapan udara cukup tinggi pada pagi dan malam hari, mencapai hingga 95 persen.
Baca Juga: Viral! TKW Ngawi Bongkar Rumah Rp 150 Juta di Tanah Calon Suami, Ini Penyebabnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa wilayah Jawa Timur saat ini masih berada dalam masa peralihan atau pancaroba. Pada periode ini, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, serta kemungkinan banjir di sejumlah daerah di Jawa Timur.
BMKG juga mengimbau warga untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah rawan bencana. (*)
Editor : Lambertus Hurek