Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Halal Bihalal HIKAM Surabaya: Kiai Idris Djamal Tekankan Muhasabah dan Kekuatan Ikatan Alumni

Lainin Nadziroh • Senin, 13 April 2026 | 06:17 WIB
HIKAM Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai wadah silaturahmi, penguatan nilai keislaman, serta sarana refleksi diri bagi para alumni untuk terus meningkatkan kualitas pribadi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
HIKAM Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai wadah silaturahmi, penguatan nilai keislaman, serta sarana refleksi diri bagi para alumni untuk terus meningkatkan kualitas pribadi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

RADAR SURABAYA – Ratusan alumni Bumi Damai Al-Muhibbin memadati halaman TK Al-Iman Yayasan Bani Bashori, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, dalam kegiatan Halal Bihalal HIKAM, Minggu (12/4) malam.

 Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai spiritual pasca-Idul Fitri. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian ke-7 dari total 10 agenda Safari Halal Bihalal HIKAM yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Selain menjadi ajang temu kangen antaralumni, acara ini juga menjadi ruang konsolidasi dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah yang terus digaungkan oleh para santri dan alumni Al-Muhibbin.

Suasana Khidmat dan Penuh Kekeluargaan

Sejak awal acara, nuansa religius terasa kuat. Lantunan selawat dari Grup Banjari Hisdar membuka rangkaian kegiatan, dilanjutkan dengan tawasul, pembacaan huwal habib, serta doa bersama. Para peserta tampak larut dalam suasana spiritual yang khusyuk.

Baca Juga: Manchester City Pangkas Jarak! Kemenangan 3-0 atas Chelsea Bikin Arsenal Waswas

Momen haru terjadi saat diputar video mengenang almarhum KH Mohammad Djamaluddin Ahmad, pendiri Bumi Damai Al-Muhibbin.

Dalam tayangan tersebut, kembali disampaikan pesan-pesan beliau yang menekankan pentingnya adab seorang murid terhadap guru.

Salah satu dawuh yang mengena menyebutkan bahwa murid yang menyakiti hati gurunya akan kehilangan keberkahan ilmu, lisannya tidak tajam dalam berdakwah, serta mengalami kesulitan di akhir hayat.

“Yatim yang hakiki bukanlah yang ditinggal mati orang tuanya, melainkan yang tidak memiliki ilmu dan adab,” demikian pesan yang kembali diingatkan dalam acara tersebut.

Perkuat Hubungan Santri dan Guru

Dalam sambutannya, Ustaz Abdus Syukur selaku panitia menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada H Miftahul Munir yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah HIKAM Pusat, KH Syaiful Hidayat, menegaskan bahwa Safari Halal Bihalal ini bertujuan memperkuat hubungan (ta’alluq) antara santri dan pengasuh.

Menurutnya, kedekatan dengan guru merupakan salah satu kunci utama keberhasilan hidup seorang santri, baik di dunia maupun di akhirat.

Baca Juga: BWF Uji Coba Kok Sintetis, Siap Gantikan Kok Bulu di Turnamen Elite?

“Tidak ada santri yang memiliki hubungan kuat dengan gurunya kemudian gagal dalam kehidupannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab terhadap guru. “Barang siapa melupakan gurunya, maka ia akan terhalang dari kesuksesan dunia dan akhirat,” imbuhnya.

Kiai Idris Djamal: Muhasabah Adalah Kunci Perbaikan Diri

Memasuki acara inti, mauizah hasanah disampaikan oleh KH Mohammad Idris Djamaluddin atau yang akrab disapa Kiai Idris Djamal.

KH Mohammad Idris Djamaluddi
KH Mohammad Idris Djamaluddi

Dalam taujihatnya, ia menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri sebagai bagian dari perjalanan spiritual seorang santri.

Menurutnya, HIKAM bukan sekadar organisasi, tetapi wadah silaturahmi yang mengikat para santri sebagai “anak-anak” Abah Djamal, baik secara biologis maupun ideologis.

“Santri Al-Muhibbin adalah anaknya Abah, bukan hanya secara ruhani, tetapi juga dalam perjuangan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan seperti Halal Bihalal menjadi sarana penting untuk bercermin dan mengevaluasi diri.

Dengan bertemu sesama alumni, seseorang dapat menyadari kekurangan yang mungkin tidak terlihat sebelumnya.

“Dengan bertemu teman-teman, kita bisa mengetahui kekurangan diri sendiri. Di situlah pentingnya muhasabah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar setiap individu tidak merasa sudah baik. Mengutip pandangan ulama, ia menyebut bahwa tanda seseorang dikehendaki kebaikan oleh Allah adalah ketika diperlihatkan aib dirinya sendiri.

“Hasanatul abror bisa menjadi sayyiatul muqarrabin. Maka jangan pernah merasa cukup baik,” tegasnya.

Keteladanan Lebih Utama dari Instruksi

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Idris juga mengulas metode pendidikan Abah Djamal yang lebih menekankan keteladanan daripada sekadar instruksi.

“Beliau tidak banyak mendikte, tetapi memberi contoh nyata. Itulah yang membuat santri lebih mudah mengikuti,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam banyak kasus, justru muridlah yang mewarisi perjuangan seorang kiai, bukan semata-mata anak kandung, kecuali anak tersebut juga menjadi murid yang taat.

Kiai Idris turut menyinggung kisah Imam Asy-Syafi’i sebagai pelajaran penting tentang bahaya merasa diri sudah baik.

 Ia mengisahkan bahwa sang imam pernah lupa membaca Al-Fatihah dalam salat karena muncul rasa cukup dalam dirinya.

Penutup Penuh Makna

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH Syaiful Hidayat, dilanjutkan dengan musafahah sebagai simbol saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri.

 Para peserta tampak saling bersalaman dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya KH Asrori Ma’shum, KH Agung Bahroni, Dr Muhammad Nurcholis, serta jajaran Pengurus Pusat HIKAM lainnya.

Melalui Halal Bihalal ini, HIKAM Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai wadah silaturahmi, penguatan nilai keislaman, serta sarana refleksi diri bagi para alumni untuk terus meningkatkan kualitas pribadi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.(nin) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#hikam #Kiai Idris Djamal #Alumni Al Muhibbin #halal bihalal