RADAR SURABAYA - Jelang kedatangan jemaah haji di asrama haji Surabaya 21 April mendatang persiapan fasilitas terus digenjot. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya melakukan pemeriksaan kesehatan dan sanitasi lingkungan di Asrama Haji Sukolilo, Rabu (8/4).
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh ke setiap sudut gedung, mulai dari kamar tidur, kamar mandi, saluran air, hingga dapur.
Selain itu, kualitas air bersih, pencahayaan, pengelolaan sampah, hingga pengendalian vektor penyakit juga menjadi fokus utama pengecekan kali ini.
Baca Juga: Sejarah Pasar Pagi Tugu Pahlawan Surabaya, Dari Lapak Sederhana Jadi Ikon Belanja Rakyat
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BBKK Surabaya, Yuyung Setiyowati, menyatakan ini adalah pemeriksaan tahap kedua. Tujuannya memastikan fasilitas layak huni dan aman bagi jemaah.
"Pemeriksaan ini untuk memastikan lingkungan asrama sehat dan memenuhi syarat kesehatan. Fokus kami ada empat, yaitu sanitasi gedung, ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, serta pengendalian vektor penyakit," jelas Yuyung.
Dari hasil pantauan di lapangan, secara umum sarana dan prasarana dinilai sudah tersedia dan pengelolaan sudah berjalan baik. Namun, ada beberapa catatan kecil yang perlu diperhatikan menjelang operasional.
Baca Juga: Arca Shiva dan Prasasti Damulang Segera Dipulangkan ke Indonesia, Belanda Sudah Tak Berminat Lagi
"Secara umum sudah terfasilitasi semua. Hanya ada saran perbaikan kecil, misalnya tempat sampah yang belum bertutup. Nanti saat operasional akan kami pantau apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya," imbuhnya.
Untuk kualitas air, hasil uji fisik dan kimia sederhana menunjukkan masih memenuhi syarat.
Namun, tim juga mengambil sampel untuk diuji di laboratorium dengan hasil yang ditunggu dalam waktu satu minggu ke depan.
Baca Juga: Pencuri Uang Kotak Amal di Musala Jalan Maspati Surabaya Sempat Ngaku Uang Hasil Menang Judi
Salah satu perubahan signifikan yang menurutnya sudah dilakukan perubahan adalah penggantian model jamban dari jongkok menjadi duduk.
Hal ini dinilai sangat mendukung konsep pelayanan haji yang ramah lansia, disabilitas, dan perempuan.
"Penggantian itu untuk kenyamanan. Pemasangannya juga sudah memenuhi syarat dan tidak mengganggu aktivitas jemaah, justru membantu," ujarnya.
Yuyung menambahkan, selama musim haji nanti, petugas BBKK akan melakukan pemantauan setiap hari. Jika ditemukan kekurangan, akan langsung dikomunikasikan kepada pengelola asrama untuk segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: Tabung Gas Meledak, Rumah Warga Jalan Babadan Surabaya Terbakar, Dua Orang Alami Luka Bakar
"Kita pantau tiap hari. Jadi kalau ada kurangnya, nanti akan langsung kita komunikasikan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Umum Asrama Haji Surabaya, Abdullah Mawardi, memaparkan progres perbaikan fasilitas yang dilakukan pihaknya menindaklanjuti rekomendasi sebelumnya.
"Kekurangan yang kemarin ditemukan sudah kita perbaiki. Seperti pipa Bir Ali yang bocor sudah diperbaiki, lantai yang rusak juga sudah dikerjakan," kata Mawardi.
Baca Juga: Jadi Media Peredaran Narkoba, Vape Diusulkan Dilarang
Dari total 587 kamar yang akan digunakan, terdapat sekitar 120 kamar yang sebelumnya rusak. Hingga saat ini, perbaikan sudah mencapai 75 persen.
"Yang sudah diperbaiki ada 62 kamar, masih tersisa sekitar 60 kamar yang dalam proses pengecatan dan perbaikan. Insya Allah segera selesai sebelum jemaah datang," pungkasnya. (rmt)
Editor : Nurista Purnamasari