RADAR SURABAYA - Pimpinan Gerakan Forjustice Purnama menjadi korban pengeroyokan dan pelemparan batu saat mendukung sosialisasi parkir digital yang dilakukan Dishub Kota Surabaya dan kepolisian di Jalan Manyar Kertoarjo V, Surabaya, Selasa (7/4) siang.
Akibatnya korban mengalami luka robek bagian kepala belakang sebelah kiri dan bengkak. Kasus kekerasan dan pengeroyokan tersebut telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya, Selasa sore.
Purnama mengatakan kronologi kejadian bermula saat dirinya mendapatkan kabar dari anggota gerakan forjustice bahwa ada sosialisasi terkait parkir digital di Jalan Manyar Kertoarjo V, Surabaya yang dilakukan Dishub Kota Surabaya dan kepolisian.
Baca Juga: Diduga Gegara Mainan, Warung Nasi Bebek di Tanjung Sadari Surabaya Ludes Terbakar
Dia saat itu mendapat laporan bahwa progres laporan penolakan dan kelompok massa dari juru parkir semakin banyak. Purnama lalu mendatangi lokasi sebab berada di Karang Menjangan tak jauh dari lokasi.
"Saya datang ke lokasi bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada Dishub terutama dan kepolisian untuk tetap lanjut saja sosialisasi karena kami sebagai perwakilan warga ada di belakangnya Dishub dan kepolisian," ujarnya ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Selasa (7/4).
Purnama menambahkan, setelah berpamitan dengan Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana, dirinya hendak menuju ke mobil. Namun, dirinya mendapat cemoohan dan teriakan dari para jukir yang ada di lokasi.
"Mereka mengumpat dengan kata-kata kasar yang saya konfrontir di lokasi. Makanya sesuai video terlampir saya sempat konfirmasi kalimat mereka maksudnya apa," ucapnya.
Baca Juga: Ungkap Jaringan Pengedar Sabu di Jalan Wonosari Surabaya, Dipasok dari Bangkalan Madura
Purnama melanjutkan, karena ada desakan dari pihak kepolisian segera untuk kembali ke mobil, dia berjalan perlahan. Massa saat itu semakin banyak dan mendorong-dorong.
"Pada akhirnya terjadilah seperti yang ada di video dan kronologi singkat yang ada di konten-konten gerakan itu. Luka terbuka terlihat bekas lemparan batu. Kena kepala bagian belakang kiri. Sempat berdarah dan bengkak posisinya," ucapnya.
Baca Juga: Tinjau TKA di Surabaya, Ini Pesan Mendikdasmen pada Siswa
Selain mendapatkan pelemparan, korban juga sempat ditendang dan dipukul pada bagian pantat oleh massa. Atas kasus kekerasan dan pengeroyokan tersebut Purnama telah melapor ke SPKT Polrestabes Surabaya dan melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.
"Sudah laporan di Polrestabes Surabaya. Yang dilaporkan kelompok yang ada di lokasi tadi secara personal saya tidak mengetahui karena pelemparan terjadi di belakang saya. Jadi saya tidak bisa menunjuk nama menunjuk orang," tegasnya.
Baca Juga: Masuk Rumah, Pelaku Terekam CCTV Curi Motor Teman di Keputran Kejambon Surabaya
Pihaknya berharap kasus tersebut diproses sesuai hukum yang berlaku. "Diluar sana kalau memang ada gerakan dari masyarakat atau mungkin simpatisan gerakan saya, maka ya saya persilahkan selama sesuai dengan prosedur hukum. Mungkin menanyakan KTA dari jukir yang sedang bekerja liar atau tidak dia, tapi saya tidak mentolerir urusan kekerasan. Tidak ada pembalasan. Saya serahkan proses hukum semua," pungkasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto