Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prakiraan Cuaca Surabaya, Selasa 7 April 2026: Dominan Berawan, Potensi Hujan Ringan Turun Sore hingga Malam

Lambertus Hurek • Selasa, 7 April 2026 | 04:46 WIB
Ilustrasi hujan ringan di kawasan pelabuhan. (IST)
Ilustrasi hujan ringan di kawasan pelabuhan. (IST)

 

RADAR SURABAYA - Cuaca di Surabaya pada Selasa, 7 April 2026, diprakirakan didominasi kondisi berawan sejak pagi hingga siang hari. Suhu udara relatif hangat dengan kisaran 26 hingga 32 derajat Celsius pada pagi hingga awal siang, kemudian meningkat hingga mencapai 38 derajat Celsius pada siang hari.

Sejak pukul 06.00 WIB, langit Surabaya sudah tertutup awan tebal dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 94 persen. Memasuki pukul 07.00 WIB, hujan ringan diperkirakan mulai turun secara lokal dengan intensitas sangat rendah.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemkot Buka 1.000 Lowongan Kerja, Prioritaskan Warga Surabaya

Kondisi berawan berlanjut hingga siang hari. Pada periode pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, suhu udara mencapai puncaknya di angka 37 hingga 38 derajat Celsius. Meski tidak ada potensi hujan pada jam-jam tersebut, cuaca terasa cukup panas akibat kelembapan yang masih cukup tinggi.

Memasuki sore hari, potensi hujan kembali meningkat. Sekitar pukul 17.00 WIB, hujan ringan diperkirakan mulai turun dengan peluang mencapai 27 persen. Intensitas hujan meningkat pada malam hari, terutama pukul 18.00 hingga 20.00 WIB dengan curah hujan ringan hingga sekitar 1,4 mm.

Pada malam hari hingga menjelang tengah malam, hujan masih berpotensi terjadi meski dengan intensitas yang semakin menurun. Suhu udara juga mulai turun ke kisaran 25 hingga 27 derajat Celsius dengan kelembapan kembali meningkat hingga di atas 90 persen.

Baca Juga: Rumah Rp 100 Jutaan, Pemkot Surabaya Bangun Rusunami Gen Z Dibangun di Wilayah Strategis

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Saat ini, wilayah Jawa Timur tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Pada periode pancaroba ini, intensitas curah hujan memang cenderung menurun. Namun demikian, potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir masih dapat terjadi secara tiba-tiba di sejumlah wilayah.

BPBD Jawa Timur juga menyoroti kejadian banjir besar yang terjadi di kawasan Beji, Pasuruan, pada pekan lalu sebagai contoh nyata dampak cuaca ekstrem di masa peralihan musim. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan genangan.

Selain itu, warga juga disarankan untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, seperti saluran air dan drainase, guna mengurangi risiko banjir saat hujan deras terjadi secara mendadak. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#surabaya #Prakiraan Cuaca #BMKG #bpbd #Musim Kemarau