RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Senin, 6 April 2026 diperkirakan masih didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga badai petir yang terjadi secara bertahap sejak pagi hingga malam hari. Meski demikian, intensitas hujan cenderung lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pada pagi hari mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB, hujan ringan dengan pola passing showers diperkirakan turun merata di sejumlah wilayah. Suhu udara berkisar antara 26 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan cukup tinggi di atas 70 persen.
Baca Juga: Permintaan Melejit! Besek Bambu Magetan Jadi Solusi Kemasan Ramah Lingkungan
Memasuki siang hari, suhu udara meningkat hingga mencapai 32 derajat Celsius pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Pada periode ini, potensi hujan disertai petir mulai muncul, meskipun dengan intensitas ringan hingga sedang.
Pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, cuaca masih berpotensi terjadi badai petir secara lokal dengan curah hujan ringan. Suhu udara relatif stabil di kisaran 30 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan antara 66 hingga 76 persen.
Menjelang malam hari, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, hujan ringan kembali terjadi sebelum akhirnya kondisi berangsur berawan pada pukul 22.00 hingga 23.00 WIB. Suhu udara malam hari berada di kisaran 26 hingga 28 derajat Celsius.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meskipun curah hujan mulai menunjukkan penurunan seiring masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Baca Juga: Usaha Kue Tantiningsih Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi
Kondisi pancaroba ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, termasuk munculnya hujan tiba-tiba disertai petir dan angin kencang. Potensi tersebut masih dapat memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.
Peringatan ini diperkuat dengan kejadian banjir dahsyat yang melanda beberapa kawasan di Jawa Timur, salah satunya di wilayah Beji, Pasuruan. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa risiko cuaca ekstrem masih tinggi meski memasuki masa peralihan musim.
Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir, dan sambaran petir. (*)
Editor : Lambertus Hurek