RADAR SURABAYA – Perayaan Jumat Agung, Jumat (3/4/2026), di Gereja Roh Kudus Rungkut Surabaya berlangsung khidmat sekaligus menggugah emosi umat. Orang Muda Katolik (OMK) setempat menampilkan jalan salib hidup secara teatrikal untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus.
Adegan demi adegan ditampilkan runtut dan penuh penghayatan. Dimulai dari pengkhianatan Yudas Iskariot yang datang bersama prajurit untuk menangkap Yesus. Selanjutnya, Yesus dibawa ke hadapan Pontius Pilatus untuk diadili, hingga akhirnya menjalani penyaliban di Golgota.
Baca Juga: Tiga Perkara Perdata Nany Widjaja di PN Surabaya Tetap Berjalan
Suasana gereja berubah sangat dramatis. Banyak umat terlihat terharu, bahkan menitikkan air mata saat menyaksikan penderitaan Yesus divisualisasikan secara nyata oleh para pemeran dari OMK. Puncak jalan salib terjadi saat adegan penyaliban, ketika Yesus disalibkan bersama dua orang penjahat.
Pastor Paroki Roh Kudus, RP Thomas Bani SVD, mengatakan, jalan salib hidup ini menjadi sarana refleksi iman bagi umat. “Jalan salib hidup atau teatrikal ini agar umat Katolik bisa lebih menghayati makna pengorbanan Yesus di kayu salib. Setiap tahun selalu dimainkan anak-anak kita dari OMK,” ujarnya.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Pekan Kedua April 2026, Ini Jadwal dan Cara Penyalurannya
Menurut dia, rangkaian ibadat Jumat Agung dilanjutkan dengan ibadat Passio untuk mengenang kisah sengsara Yesus. Ibadat tersebut digelar dua kali di gereja yang berlokasi di kawasan Perumahan Purimas, Rungkut.
Dia menambahkan, Jumat Agung juga menjadi hari puasa dan pantang wajib bagi umat Katolik sebagai bentuk pertobatan dan solidaritas atas penderitaan Kristus. (*)
Editor : Lambertus Hurek