RADAR SURABAYA - Menjelang Pekan Suci, Uskup Surabaya Mgr Agustinus Tri Budi Utomo mengajak para imam yang berkarya di Keuskupan Surabaya untuk mengikuti Misa Krisma di Gereja Katedral Surabaya, Jalan Polisi Istimewa. Misa ini menjadi momen khusus pembaharuan kaul suci para imam di hadapan uskup menjelang Kamis Putih.
Dalam homilinya, Uskup Agustinus menekankan pentingnya para imam menghayati kembali janji imamat seperti saat ditahbiskan. Ia mengingatkan bahwa tugas utama dan pertama seorang imam adalah pelayanan sakramen kepada umat.
Baca Juga: Seblang Banyuwangi, Ritual Sakral Tolak Bala yang Tetap Lestari di Era Modern
Pelayanan sakramen, khususnya sakramen minyak suci, menurutnya tidak boleh ditolak dengan alasan apa pun. Hal ini menjadi bagian mendasar dari panggilan imamat yang harus dijalankan dengan setia.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup Agustinus juga membagikan pengalaman pribadinya. Ia mengaku menerima pesan WhatsApp dari seorang umat yang berpamitan meninggalkan iman Katolik bersama keluarganya karena kecewa dengan romo yang menolak memberikan Sakramen Minyak Suci kepada anggota keluarga mereka yang sedang kritis.
Peristiwa itu menjadi refleksi mendalam tentang pentingnya kehadiran dan pelayanan imam di tengah umat. Dalam Misa Krisma dan pembaharuan janji imamat tersebut, yang juga dikenal dengan Romo Didik, kembali mengingatkan para imam bahwa pelayanan sakramen adalah tugas utama yang tidak boleh ditunda apalagi ditolak.
Baca Juga: Apes! Terjebak Antrean Pembeli Telor, Jambret Kalung Dihajar Massa di Platuk Donomulyo Surabaya
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kaul untuk hidup sederhana. Menurutnya, sebagian besar imam yang berkarya di Keuskupan Surabaya berasal dari keluarga menengah ke bawah atau keluarga sederhana. Saat telah ditahbiskan menjadi imam, godaan terhadap kenyamanan dan kenikmatan hidup bisa saja muncul dan berpotensi mengalihkan fokus dari pelayanan kepada umat.
Di sisi lain, Uskup Agustinus juga mengajak umat Katolik untuk turut mendoakan para imam dan dirinya sebagai uskup. Ia secara rendah hati meminta dukungan doa dari umat. “Doakan uskup Anda yang lemah ini,” pinta Uskup Agustinus. (*)
Editor : Lambertus Hurek