RADAR SURABAYA - Di tengah denyut kehidupan kota metropolitan yang tak pernah benar-benar tidur, hadir sosok yang memilih berjalan ke arah berbeda: menyapa, mendengar, dan merawat. Dialah dr. Akbar Fahmi, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Surabaya, yang perlahan mengubah wajah lembaganya menjadi lebih hidup lebih dekat dengan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, LKNU Surabaya tak lagi sekadar institusi administratif. Ia menjelma menjadi rumah sehat bagi ribuan jamiyah Nahdlatul Ulama di Kota Pahlawan. Dari kegiatan bakti sosial hingga edukasi kesehatan, semua dirancang dengan satu tujuan: menghadirkan manfaat nyata.
Ditemui di sela kesibukannya, dr. Akbar tampil sederhana dan hangat. Lahir di Bojonegoro, 14 November 1988, ia tumbuh dengan nilai-nilai kemandirian dan pengabdian yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya, H. Muhaimin dan Hj. Wuriningsih. Nilai-nilai itu kini menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah kepemimpinannya. Bagi saya, kesehatan bukan hanya soal layanan medis, tapi juga soal kepedulian dan kehadiran di tengah masyarakat, ujarnya pelan, namun penuh keyakinan.
Santri Pain Free: Dari Keluhan Menjadi Gerakan
Salah satu gebrakan yang kini menjadi fokus LKNU Surabaya adalah program Santri Pain Free (SPF). Sebuah gagasan yang lahir bukan dari ruang rapat, melainkan dari suara masyarakat di lapangan.
Fokus utama kami adalah mewujudkan Santri Pain Free. Artinya, kami ingin warga NU di Surabaya terbebas dari rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari, jelasnya.
Program ini berangkat dari realita yang ditemui tim LKNU saat rutin melakukan bakti sosial ke berbagai kecamatan. Dari sana, muncul satu benang merah: keluhan nyeri sendi dan punggung yang dialami banyak warga. Data yang dihimpun menunjukkan, sekitar 30 hingga 40 persen warga memiliki kadar asam urat di atas normal. Angka yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Bahaya Tersembunyi di Balik Nyeri Sendi
Bagi dr. Akbar, nyeri sendi bukan sekadar rasa tidak nyaman. Ia adalah sinyal awal dari persoalan kesehatan yang lebih besar. Asam urat yang tinggi memicu terbentuknya kristal di persendian. Itulah yang menyebabkan nyeri hebat. Tapi yang sering tidak disadari, dampaknya bisa menjalar ke organ lain, ungkapnya.
Ia pun mengingatkan beberapa risiko serius yang dapat muncul jika kondisi ini diabaikan diantaranya gangguan ginjal, akibat penumpukan kristal asam urat. Penyakit jantung, yang berkaitan dengan peradangan kronis. Penurunan produktivitas, karena aktivitas terganggu oleh rasa nyeri. Bagi banyak orang, nyeri mungkin dianggap sepele. Namun di mata LKNU Surabaya, itu adalah pintu masuk untuk melakukan perubahan yang lebih besar.
Hadir, Mendampingi, Mengedukasi
Tak berhenti pada pemetaan masalah, LKNU Surabaya juga bergerak menghadirkan solusi. Melalui pendekatan yang humanis, warga diajak memahami kondisi kesehatannya sekaligus mendapatkan pendampingan. Kini, masyarakat yang mengalami keluhan nyeri sendi dapat mengakses layanan konsultasi, edukasi pola hidup sehat, hingga pendampingan medis secara berkelanjutan.
Kami ingin masyarakat tidak hanya diobati, tetapi juga diedukasi. Karena kesehatan sejati dimulai dari kesadaran, tambahnya.
Baca Juga: Musyawarah Pengelola Klinik Kecantikan di Surabaya, Ajak Warga Bijak Menggunakan Kosmetik
Di balik berbagai program yang dijalankan, tersimpan visi besar yang terus dijaga: menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Bagi dr. Akbar, kesehatan adalah fondasi utama kemajuan bangsa. Dan semua itu dimulai dari langkah kecil dari menyapa warga, mendengar keluhan mereka, hingga memastikan mereka bisa kembali beraktivitas tanpa rasa nyeri. Di tangan dinginnya, LKNU Surabaya bukan hanya bergerak. Ia hidup, tumbuh, dan memberi harapan bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, selalu ada ruang untuk peduli.
Visi Generasi Sehat 2045: Menyiapkan Generasi Emas Mulai dari Sekarang
Ada satu gagasan besar yang tengah dirawat dengan penuh kesadaran, menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Bukan sekadar wacana, melainkan sebuah langkah nyata yang dimulai dari sekarang, dari anak-anak muda yang hari ini sedang tumbuh dan berproses.
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Surabaya melihat masa depan dengan cara yang berbeda. Bagi mereka, tahun 2045 bukanlah angka yang jauh, melainkan titik tujuan yang harus dipersiapkan sejak hari ini. Ketua LKNU Surabaya, dr. Akbar Fahmi, memandang generasi muda sebagai poros utama dalam pembangunan bangsa ke depan.
Poros penting pembangunan di tahun 2045 nanti adalah mereka yang saat ini berusia 1823 tahun. Dua puluh tahun lagi, mereka akan berada di usia matang, saat seseorang berada di puncak kepemimpinan dan pengambilan keputusan, ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dari sanalah muncul kesadaran bahwa investasi terbaik bukan hanya pembangunan fisik atau infrastruktur, melainkan memastikan generasi muda hari ini tumbuh dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang cerdas. Tanpa itu, mimpi besar tentang Indonesia Emas dikhawatirkan hanya akan menjadi angan semata.
Kalau generasi ini tidak terjamin kesehatannya, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan. Kita tidak boleh membiarkan mereka tumbuh dengan masalah kesehatan yang sebenarnya bisa dicegah, lanjutnya.
Kesadaran itu kemudian diterjemahkan dalam langkah nyata melalui kolaborasi dengan organisasi pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU. Sinergi ini menjadi jembatan untuk menjangkau generasi muda secara lebih dekat, langsung ke ruang-ruang belajar mereka sekolah dan kampus.
Melalui berbagai program edukasi, LKNU bersama IPNU dan IPPNU mengajak anak muda untuk mulai mengenal tubuhnya sendiri, memahami pentingnya pola hidup sehat, dan membangun kebiasaan baik sejak dini. Kami ingin menyampaikan bahwa hidup sehat bukan dimulai saat sakit, tetapi dari sekarang. Ini adalah ikhtiar bersama untuk mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bugar, tegas dr. Akbar.
Pesan yang disampaikannya sederhana, namun sarat makna. Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Surabaya, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri mulai dari hal-hal kecil yang kerap diabaikan. Sehat adalah modal utama untuk berkhidmat. Mari kita mulai peduli dengan angka-angka di tubuh kita, dari asam urat hingga pola makan. Karena dari tubuh yang sehat, lahir masa depan Surabaya dan Indonesia yang lebih baik," pesannya.
Di balik langkah-langkah kecil hari ini, tersimpan harapan besar untuk masa depan. Sebab, generasi emas tidak lahir secara tiba-tiba ia dipersiapkan, dijaga, dan dirawat sejak sekarang. (ind/gun)
Tentang dr. Akbar Fahmi:
Tempat, Tanggal Lahir : Bojonegoro, 14 November 1988
Jabatan : Ketua LKNU Kota Surabaya
Komisaris RSNU Babat
Direktur PT Multi Medika Mahadata
Orang Tua : H. Muhaimin dan Hj. Wuriningsih
Prestasi : Juara 1 Mahasiswa Berprestasi FK Unair 2010
Visi Utama : Menyiapkan Generasi Sehat Indonesia Emas 2045.
Program Kerja Unggulan : Mewujudkan Santri Pain Free (SPF)
Editor : Guntur Irianto