Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Open House HUT Radar Surabaya Group, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Tekankan Komitmen Jurnalisme Berkualitas di Era Digital

Mus Purmadani • Selasa, 31 Maret 2026 | 18:32 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan anggota DPD RI Lia Istifhama berfoto bersama karyawan Radar Surabaya, Radar Sidoarjo, Radar Gresik serta MC Kiki Purwitasari. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan anggota DPD RI Lia Istifhama berfoto bersama karyawan Radar Surabaya, Radar Sidoarjo, Radar Gresik serta MC Kiki Purwitasari. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Momentum ulang tahun menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen bagi insan pers di tengah derasnya arus disrupsi digital. Hal itu terlihat dalam kegiatan Open House peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Radar Surabaya ke-25, Radar Sidoarjo ke-17, dan Radar Gresik ke-14 yang digelar di Jalan Kembang Jepun 167-169 Surabaya.

 Direktur PT Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan media cetak Radar yang masih mampu bertahan di tengah tantangan industri media saat ini. Ia menegaskan, selain edisi cetak, pihaknya juga terus mengembangkan platform digital melalui masing-masing portal online.

Baca Juga: Kurangi Konsumsi BBM, Mendikdasmen Imbau Siswa Bersepeda atau Jalan Kaki ke Sekolah

“Alhamdulillah, di tengah disrupsi media cetak, kami masih bisa bertahan. Kami juga memiliki media online seperti radarsurabaya.id, radargresik.id, dan radarsidoarjo.id,” ujar Lilik Widyantoro, Selasa (31/3).

Ia menjelaskan, Radar Surabaya Group yang berada di bawah naungan Jawa Pos Group saat ini fokus pada tiga wilayah utama, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik sebagai basis pengembangan media. Dalam kesempatan itu, Lilik juga menekankan pentingnya menjaga kualitas jurnalisme di tengah maraknya informasi di media sosial. 

Ia menegaskan bahwa perbedaan mendasar antara media arus utama dengan informasi yang beredar di kalangan netizen, yakni pada proses verifikasi yang ketat. Menurutnya, keberadaan media cetak tetap penting untuk menjaga kualitas pemberitaan, termasuk menjadi fondasi bagi produksi konten digital yang lebih kredibel.

“Kami ingin mempertahankan cetak karena menjadi dasar kualitas berita online kami. Dengan pola editing berlapis, kami bisa meminimalisir hoaks dan informasi tidak akurat,” jelasnya.

Baca Juga: Viral Isu Pembatasan Pembelian Pertalite, Ini Faktanya

Lilik juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik melalui kerja sama maupun dukungan dalam berbagai kegiatan, seperti program mudik gratis.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya menjaga originalitas dan objektivitas informasi yang disampaikan kepada publik. Menurutnya, literasi digital tidak hanya soal kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi juga menyangkut kualitas konten yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Objektivitas dan originalitas harus terjaga. Dari situlah proses pencerdasan masyarakat akan terbangun,” ujarnya.
Khofifah juga menilai insan media memiliki peran penting sebagai penyampai informasi yang membawa pencerahan bagi masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai penyampaian kebenaran.

Menutup sambutannya, ia berharap Radar Surabaya, Radar Sidoarjo, dan Radar Gresik terus berkembang dan semakin kuat sebagai rujukan informasi terpercaya di Jawa Timur. “Selamat dan sukses. Semoga semakin kuat dan terus memberikan kontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Baca Juga: Antisipasi Dampak Ketegangan AS–Iran, DPRD Jatim Minta Waspada Krisis Energi dan Perkuat UMKM

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin mengapresiasi peran media Radar di kawasan Surabaya Metropolitan Area (SMA) yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas ekonomi dan informasi di Jawa Timur. 

“Keberadaan Radar di tiga kota ini sangat penting sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, terutama di tengah penetrasi internet di Jawa Timur yang sudah mencapai 82,19 persen,” ujarnya.

Sherlita menambahkan, tingginya akses internet membuat masyarakat kini semakin mudah memproduksi dan menyebarkan informasi. Namun, tidak semua informasi tersebut memiliki validitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Banyak orang sekarang bisa jadi ‘wartawan’. Tapi media mainstream punya SOP dan standar yang jelas. Karena itu kami berterima kasih kepada Radar yang tetap menjadi penjernih informasi bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong media arus utama untuk terus beradaptasi dengan perkembangan digital, khususnya memperkuat kehadiran di platform online dan media sosial. Hal ini dinilai penting mengingat mayoritas masyarakat kini mengakses informasi melalui kanal digital.

“Sekitar 60 sampai 80 persen masyarakat mencari informasi di media online dan media sosial. Kalau media mainstream tidak hadir di sana, masyarakat bisa terpapar informasi yang belum tentu benar,” tegasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#open house #Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa #Radar Sidoarjo #radar gresik #Radar Surabaya