Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Dorong Industri Lokal Naik Kelas dan Job Fair untuk Atasi Pengangguran

Dimas Mahendra • Senin, 30 Maret 2026 | 08:48 WIB
SOLUSI: Job fair menjadi salah satu alternatif Pemkot Surabaya atasi pengangguran. Namun, pihaknya juga menyiapkan industri lokal agar bisa serap tenaga kerja.(IST/RADAR SURABAYA)
SOLUSI: Job fair menjadi salah satu alternatif Pemkot Surabaya atasi pengangguran. Namun, pihaknya juga menyiapkan industri lokal agar bisa serap tenaga kerja.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menggeser strategi penanganan pengangguran. Tidak lagi bertumpu pada job fair semata, pemkot kini mendorong industri lokal naik kelas hingga menembus pasar ekspor agar mampu menciptakan lapangan kerja baru secara berkelanjutan.

Langkah ini diwujudkan melalui Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival 2026 yang menggabungkan agenda ekspor dan ketenagakerjaan dalam satu rangkaian kegiatan terpadu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menegaskan bahwa pertumbuhan industri menjadi kunci utama dalam menekan angka pengangguran di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Senin 30 Maret Stabil, UBS–Antam–Galeri24 Tak Bergerak!

“Job fair itu penting, tapi tidak cukup. Industri yang menyerap tenaga kerja harus kita dorong tumbuh. Salah satunya dengan membantu mereka naik kelas menjadi eksportir,” ujarnya.

Menurutnya, ketika pelaku usaha mulai menembus pasar ekspor, kapasitas produksi otomatis meningkat. Dampaknya, kebutuhan tenaga kerja ikut terdongkrak.

Baca Juga: Sopir Mengantuk, Taksi Listrik Terperosok di Saluran Air Jalan Ahmad Yani Surabaya

“Kalau sudah ekspor, produksinya naik. Di situ pasti butuh tambahan tenaga kerja. Itu yang kita kejar,” jelasnya.

Sebagai tahap awal, pemkot menggelar coaching clinic business matching ekspor pada 30–31 Maret 2026 di Balai Pemuda. Kegiatan ini menyasar pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar siap masuk pasar global, tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga kemampuan komunikasi dan strategi bisnis.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Kendaraan Listrik Jadi Kunci Selamatkan APBN?

Dalam program tersebut, pelaku usaha dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari teknik presentasi, pemasaran internasional, hingga penyusunan dokumen kerja sama seperti letter of intent (LoI).

“Banyak produk kita sebenarnya sudah layak ekspor, tapi lemah di kemasan dan presentasi. Itu yang kita benahi, termasuk kemampuan bahasa Inggris,” tambahnya.

Baca Juga: Horoskop Mingguan Terbaru: Gemini Bersinar, Capricorn Naik Level, Pisces Lebih Sensitif

Pemkot juga menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dengan buyer luar negeri, sekaligus melakukan kurasi produk agar sesuai standar pasar global.

Rangkaian SIL Festival akan berlanjut pada 7–8 April 2026 dengan agenda job fair dan forum ekspor. Lebih dari 1.000 lowongan kerja disiapkan, termasuk untuk penyandang disabilitas.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika 2026: Sempat Tampil Agresif, Gagal Finis Usai High Side

Tak hanya itu, forum ekspor akan mempertemukan pelaku industri dengan buyer dari enam negara, seperti Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Pakistan yang hadir langsung, serta Oman, Hong Kong, dan Singapura yang bergabung secara daring.

Targetnya tidak main-main, yakni potensi transaksi ekspor hingga 1 juta dolar AS. Bahkan, sebagian proses transaksi sudah mulai berjalan dan direncanakan akan dilepas secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya.

Baca Juga: Kasus Sempat Mencapai Ribuan, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Campak

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan ini tidak menggunakan APBD. Pemkot berperan sebagai fasilitator, sementara pembiayaan didukung pihak swasta.

“Yang kami kejar bukan seremoni, tapi benar-benar matching antara buyer dan pelaku industri. Kalau itu terjadi, dampaknya langsung ke penciptaan lapangan kerja,” tegas Hebi.

Saat ini, sektor industri Surabaya yang sudah kuat di pasar ekspor masih didominasi perhiasan. Namun, pemkot melihat peluang besar di sektor lain untuk ikut berkembang.

Baca Juga: Peras Mantan Pacar Divonis 1,5 Tahun Penjara di PN Surabaya

Melalui pendekatan ini, Pemkot Surabaya ingin memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terasa sesaat, tetapi mampu menciptakan efek jangka panjang berupa peningkatan kesempatan kerja dan penurunan angka pengangguran secara berkelanjutan. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#hari ini #kapan #lokal #pemkot #terbaru #berita surabaya #berkembang #pemerintah #lowongan #pemkot surabaya #lokasi #industri #pekerja #job fair