RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Senin, 30 Maret 2026 diprakirakan didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara bertahap sejak pagi hingga malam hari.
Berdasarkan data prakiraan, hujan disertai petir sudah mulai muncul sejak pukul 05.00 WIB dalam bentuk badai petir ringan dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius dan kelembapan tinggi mencapai 93 persen.
Baca Juga: Produksi Kakao di Jatim Terus Menurun, Ini Penyebabnya
Memasuki pagi hingga siang hari, cuaca cenderung tetap berawan tebal dengan sesekali hujan ringan atau passing showers. Suhu udara meningkat dari 26 hingga 32 derajat Celsius, dengan suhu terasa bisa mencapai 39 derajat Celsius pada puncaknya sekitar pukul 13.00–14.00 WIB. Angin bertiup relatif lemah dari arah selatan dengan kecepatan 3 hingga 12 km/jam.
Pada sore hingga malam hari, intensitas hujan diprakirakan meningkat. Mulai pukul 17.00 WIB, hujan disertai petir kembali terjadi dan berlanjut hingga malam dengan potensi badai petir yang cukup kuat pada pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Curah hujan tertinggi diperkirakan mencapai 5,6 mm pada pukul 22.00 WIB dengan tingkat kelembapan mendekati 95 persen.
Baca Juga: Jadwal Haji 2026 Tetap, Jamaah Mulai Masuk Asrama 21 April
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meskipun saat ini wilayah Jawa Timur tengah memasuki masa peralihan atau pancaroba.
Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat, dari panas terik ke hujan lebat disertai petir dalam waktu singkat.
Kewaspadaan ini penting mengingat sejumlah kejadian cuaca ekstrem telah terjadi di beberapa daerah. Banjir dahsyat dilaporkan melanda wilayah Beji, Pasuruan, yang mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Selain itu, di kawasan pesisir Lumajang, dilaporkan sebanyak 10 warga tersambar petir saat cuaca buruk melanda.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi petir, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan dan potensi banjir, terutama di daerah rawan. Warga juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini guna mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi. (*)
Editor : Lambertus Hurek