RADAR SURABAYA - Kursi Ketua DPRD Surabaya hingga kini masih belum terisi pascawafatnya Adi Sutarwijono (Awi). Proses penentuan pengganti pun kini sepenuhnya berada di tangan DPP PDI Perjuangan (PDIP), setelah seluruh nama kandidat diserahkan dari tingkat kota.
Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa pihaknya sudah menuntaskan proses internal di daerah. Saat ini, keputusan tinggal menunggu hasil pembahasan di tingkat pusat.
“Belum diputuskan. Masih diolah di pusat. Kami di DPC hanya menunggu, karena seluruh mekanisme sudah kami jalankan,” ujar Armuji.
Baca Juga: Dianggap Lebih Mudah, Pencuri Motor Ini Sasar Parkiran Warkop di Surabaya
Ia menjelaskan, DPC tidak mengerucutkan hanya satu nama, melainkan mengirimkan seluruh anggota fraksi sebagai bahan pertimbangan DPP. Langkah ini dilakukan agar keputusan akhir benar-benar melalui proses seleksi menyeluruh.
“Nama-nama sudah kami kirim semua. Setelah diputuskan pusat, baru diproses ke tahapan berikutnya, termasuk ke KPU,” katanya.
Baca Juga: Tragedi Sambaran Petir di Pantai Lumajang: 10 Wisatawan Jadi Korban, Satu Meninggal Dunia
Total ada 11 nama dari Fraksi PDIP DPRD Surabaya yang masuk dalam bursa calon Ketua DPRD. Di antaranya Budi Leksono, Siti Mariyam, Abdul Ghoni Muklas Ni’am, Tri Didik Adiono, Baktiono, Abdul Malik, Eri Irawan, Sukadar, Arjuna Rizki Krisnayana, dan Syaifuddin Zuhri.
Namun hingga kini, belum ada sinyal siapa yang akan dipilih DPP untuk menduduki kursi pimpinan legislatif Kota Pahlawan tersebut.
Baca Juga: Jay Idzes: Lawan Bulgaria Jadi Pembuktian Kekuatan Timnas Indonesia
Kondisi ini membuat posisi Ketua DPRD Surabaya masih “menggantung”, menunggu keputusan politik dari pusat. Meski begitu, Armuji memastikan proses di internal partai tetap berjalan sesuai aturan organisasi. “Semua sudah kami serahkan. Tinggal menunggu keputusan dari DPP,” tegasnya.
Dengan belum adanya keputusan, publik kini menanti arah politik PDIP dalam menentukan sosok yang akan memimpin DPRD Surabaya ke depan.(dim/gun)
Editor : Guntur Irianto