Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Post Holiday Blues PascaLibur Lebaran Jadi Tantangan Mahasiswa, Psikolog Unesa Sarankan Cara Ini 

Rahmat Sudrajat • Rabu, 25 Maret 2026 | 17:35 WIB
KULIAH: Setelah libur panjang lebaran mahasiswa harus kembali ke kampus untuk kuliah. (IST)
KULIAH: Setelah libur panjang lebaran mahasiswa harus kembali ke kampus untuk kuliah. (IST)

RADAR SURABAYA – Libur Lebaran segera usai. Itu artinya kita akan segera kembali ke aktivitas normal. 

Masa-masa seperti ini lazim menyisakan tantangan bagi mahasiswa, karena mereka akan kembali ke ritme akademik yang padat. 

Baca Juga: ITS Tawarkan Gelar Ganda dengan Kampus Global untuk Mahasiswa Baru, Catat Tanggal Pendaftarannya

Perubahan rutinitas yang signifikan selama berada di kampung halaman, tak jarang memicu penurunan motivasi atau kesulitan fokus. 

Sebuah fenomena yang dikenal sebagai post-holiday blues atau perasaan lesu, hilangnya semangat, serta kesulitan berkonsentrasi setelah libur.

Menanggapi hal tersebut, psikolog dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Meita Santi Budiani, menekankan pentingnya penerapan strategi transisi yang terukur. 

Baca Juga: Terungkap Jejak Bengkel Konstruksi Artileri Militer Belanda di Kebalen Surabaya

Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan refleksi terhadap capaian akademik sebelum libur, dimana mahasiswa perlu mengidentifikasi target yang sudah tercapai maupun agenda yang masih tertunda untuk memetakan prioritas baru.

“Penting untuk mengidentifikasi poin mana yang perlu dikejar dalam waktu dekat. Refleksi ini memberikan batasan yang jelas agar kita memiliki kompas untuk kembali fokus pada tujuan,” jelasnya, Rabu (25/3).

Selain pemetaan target, ia juga menyoroti pentingnya mereaktivasi motivasi diri. 

Baca Juga: Bursa Transfer Panas! MU vs Liverpool Berebut Alphonso Davies dari Bayern Munich

Mahasiswa diingatkan untuk meninjau kembali alasan di balik setiap target akademik. 

Terutama kaitannya dengan kesiapan pascakampus, mengingat dunia kerja menuntut kemampuan untuk bersaing dengan banyak individu yang memiliki prestasi serupa.

“Keunggulan kompetitif tidak hanya lahir dari nilai akademik, tetapi juga dari pengembangan soft skill dan keaktifan berorganisasi. Masa transisi ini adalah momentum tepat untuk kembali memacu potensi diri agar siap menghadapi kompetitor di masa depan,” tambahnya.

Baca Juga: Kakek di Surabaya Nekat Curi Helm untuk Modal Balap Merpati, Tiga Kali Masuk Tahanan 

Salah satu kunci mengatasi kemalasan pascalibur adalah self-awareness atau kesadaran diri. 

Mahasiswa yang memahami ritme kerja dan kondisi emosinya akan lebih mudah menentukan cara belajar yang efektif, termasuk mengatur waktu istirahat secara proporsional.

Untuk membantu fokus yang belum stabil, Meita menyarankan penggunaan Metode Pomodoro. 

Baca Juga: Aksi Baru John Wick Universe lewat Caine, Donnie Yen Didapuk Jadi Sutradara

Teknik ini dilakukan dengan fokus mengerjakan tugas selama 25 menit, diikuti istirahat singkat selama lima menit secara berulang.

“Metode ini membantu kita tetap produktif tanpa merasa terbebani secara mental. Kita bisa mulai bekerja secara bertahap meskipun mood belajar belum sepenuhnya kembali normal,” ungkapnya.

Melalui langkah-langkah reflektif dan teknik kerja yang praktis, mahasiswa diharapkan mampu membangun kembali energi positif. 

Baca Juga: Rekor Baru! KAI Daop 9 Jember Catat Angka Mencengangkan di Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Capai 13.150 Penumpang!

Transisi yang tertata tidak hanya membantu penyelesaian tanggung jawab akademik, tetapi juga membentuk mentalitas yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#psikolog #fokus #libur #mahasiswa #kampung #KESULITAN #halaman #UNESA #lebaran #kuliah #tantangan #kembali