RADAR SURABAYA - Pasangan suami istri (pasutri) Lucky Darmawan, 46, warga Karah, Jambangan, dan Wilujeng Prihartini, 38, warga Nginden Jangkungan, Surabaya, tak bisa berkelit ditangkap Polsek Lakarsantri. Mereka diketahui merupakan pelaku curanmor antarkota di Surabaya dan Kediri.
Keduanya dibekuk setelah mencuri motor milik Siane S di kedai kopi kawasan Jalan Niaga Gapura Road, Gwalk, Sambikerep, Surabaya. Setelah dikembangkan ternyata tersangka sudah beraksi delapan TKP berbeda di Surabaya dan Kediri.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Imam Solikin menjelaskan, modus kedua tersangka keliling menggunakan motor Honda Karisma untuk mencari sasaran motor curian di wilayah Sambikerep.
Baca Juga: 7 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi UniRank 2026, Referensi Penting untuk Calon Mahasiswa
Setelah mendapatkan sasaran di Jalan Niaga Gapura, Gwalk, Sambikerep, tersangka berbagi tugas. Tersangka Lucky berperan sebagai eksekutor dan Wilujeng berperan sebagai pengawas situasi.
"Tersangka mencuri motor Honda Vario milik korban SS dengan cara merusak kunci setir menggunakan kunci T," ujarnya Selasa (24/3).
Usai berhasil membobol kunci setir pelaku kabur. Tersangka Lucky membawa motor curian dan menjual ke penadah S di wilayah Kedung Cangkring, Sidoarjo. Sedangkan tersangka Wilujeng mengendarai motor sarana pulang kosnya di Tarik, Sidoarjo. "Motor dijual Rp 2,5 juta. Hasilnya dipakai buat kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak! Bandara Juanda Catat 416 Ribu Penumpang, Ini Rute Terpadat
Mantan Kapolsek Tambaksari ini menegaskan dari hasil pengembangan dua tersangka juga beraksi mencuri motor di 8 TKP lainnya. Di antaranya di kedai bakmi Gwalk, parkiran depan toko Gwalk, Pasar Pagesangan, Pasar Nginden Surabaya, warung Jalan Pumpungan, kampung Inggris Pare, Kediri, Kediri Kota, dan dekat GOR Kediri.
"Aksi pencurian itu dilakukan tahun 2025 dan 2026. Motor yang dicuri mulai Honda Vario, Beat dan Supra," terangnya.
Imam menuturkan, kedua tersangka ditangkap saat hendak beraksi mencuri motor di kawasan Gwalk Surabaya.
Sementara tersangka Lucky mengaku sudah mencuri motor sebanyak 9 kali bersama istrinya. Selain mencuri motor tersangka pernah mencuri mobil dan ditangkap Polda Jatim.
"Sembilan (kali mencuri). Pernah ketangkap (mencuri) mobil di Polda. Saya kerja sopir travel. Kepepet waktu itu, untuk kebutuhan anak sakit," ucapnya.
Lucky mengaku yang berinisiatif mengajak mencuri kadang dirinya dan terkadang sang istri. "Jalan-jalan gitu (kodenya). Saya yang metik. Jualnya ke tempat mas Yanto (Suprawiyanto)," tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto