Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Takbir dan Nyepi Berdekatan, Wali Kota Eri Minta Perayaan Lebaran Tertib dan Saling Menghormati

Dimas Mahendra • Rabu, 18 Maret 2026 | 14:36 WIB
TOLERANSI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta perayaan lebaran lebih tertib karena takbir dan Hari Raya Nyepi yang berdekatan. (IST/RADAR SURABAYA)
TOLERANSI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta perayaan lebaran lebih tertib karena takbir dan Hari Raya Nyepi yang berdekatan. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026 yang berlangsung dalam waktu berdekatan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengeluarkan imbauan khusus kepada warga. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pelaksanaan malam takbiran dilakukan lebih tertib, terutama di wilayah yang berdekatan dengan tempat ibadah umat Hindu.

Menurut Eri, momentum dua hari besar keagamaan yang hampir bersamaan harus menjadi contoh kuatnya toleransi di Kota Pahlawan. Karena itu, warga diminta menyesuaikan kegiatan takbir agar tidak mengganggu kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalani rangkaian Nyepi.

“Saya berharap ketika ada takbir, di titik-titik tertentu yang ada warga beragama Hindu, saya mohon agar tidak berkeliling di sekitar pura. Kita harus saling menghormati,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Perlu Panic Buying! Stok BBM di Jawa Timur Dijamin Aman

Ia menegaskan, pengurus masjid atau musala yang lokasinya berdekatan dengan pura juga diminta membatasi penggunaan pengeras suara luar saat malam takbiran. Takbir tetap boleh dilaksanakan, namun cukup menggunakan pengeras suara di dalam tempat ibadah.

“Kalau berdekatan dengan pura, mohon pengeras suara luar tidak digunakan. Cukup di dalam saja. Ini bentuk penghormatan kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan Hari Nyepi,” tegasnya.

Baca Juga: Kesiapan Telkomsel Area Jawa Bali Antisipasi Lonjakan Trafik RAFI 2026

Eri menyebut, pengaturan tersebut bukan untuk membatasi ibadah, melainkan menjaga suasana kota tetap kondusif saat dua perayaan besar berlangsung hampir bersamaan. Ia ingin Surabaya tetap dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi kerukunan antarumat beragama.

Selain itu, ia juga meminta camat, lurah, tokoh agama, hingga pengurus kampung ikut menyosialisasikan imbauan tersebut kepada warga agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

Baca Juga: Pantau Lalu Lintas di Jalur Mudik, Ini Cara Cek Akses Layanan CCTV Kementerian PUPR

“Saya yakin warga Surabaya sudah terbiasa hidup rukun. Tinggal kita saling mengingatkan supaya semua bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” katanya.

Pemkot Surabaya berharap dengan sikap saling menghormati, perayaan Nyepi dan Idulfitri tahun ini dapat berlangsung aman, damai, dan menjadi contoh toleransi di tengah keberagaman masyarakat kota. (dim/gun)

Editor : Guntur Irianto
#imbauan #Kota Surabaya #Wali Kota #hari ini #pemkot #idul fitri #terbaru #berita surabaya #nyepi #lebaran #Warga Surabaya #hari raya #pemkot surabaya #takbir keliling #wali #masyarakat #sikap #Eri Cahyadi #walikota surabaya #takbiran