RADAR SURABAYA – Antusiasme warga mengikuti program mudik gratis yang digelar Radar Surabaya terlihat sejak pagi hari. Ratusan peserta sudah berdatangan lebih awal ke lokasi pemberangkatan untuk memastikan tidak tertinggal rombongan yang akan berangkat menuju kampung halaman.
Sejak pagi, suasana lokasi keberangkatan dipenuhi para pemudik yang datang bersama keluarga. Sebagian membawa istri dan anak-anak, sementara lainnya datang sendiri sebagai perantau yang sudah lama tidak pulang kampung.
Salah satu peserta, Suyanto (42), warga asal Ponorogo yang bekerja di Surabaya, mengaku sengaja datang lebih awal karena tidak sabar ingin segera bertemu keluarga di kampung halaman.
“Saya sudah datang sejak pagi, takut ketinggalan. Sudah hampir setahun tidak pulang, jadi senang sekali bisa ikut mudik gratis ini. Bisa pulang tanpa harus keluar biaya,” ujarnya.
Suyanto mengatakan, program mudik gratis sangat membantu para perantau seperti dirinya, terutama menjelang Lebaran ketika harga tiket transportasi biasanya naik.
Hal serupa disampaikan Rina Wulandari (35), peserta tujuan Trenggalek yang datang bersama suami dan dua anaknya. Ia mengaku bersyukur bisa ikut program mudik gratis karena perjalanan bersama keluarga membutuhkan biaya cukup besar jika menggunakan kendaraan umum.
“Kami datang sekeluarga dari pagi. Anak-anak juga sudah tidak sabar ingin ketemu kakek nenek di kampung. Program ini sangat membantu, apalagi kalau mudik bareng keluarga biayanya lumayan,” katanya.
Baca Juga: Korlantas Polri Berlakukan One Way Nasional 18 Maret 2026, Ini Ruas Tol yang Terdampak
Menurut Rina, mudik Lebaran merupakan momen penting untuk berkumpul dengan keluarga, sehingga ia selalu berusaha pulang setiap tahun meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi.
Selain keluarga, banyak juga peserta yang merupakan pekerja perantauan yang mengaku sudah lama menahan rindu dengan orang tua di kampung halaman. Program mudik gratis menjadi kesempatan bagi mereka untuk pulang dengan aman dan nyaman.
Panitia mudik gratis Radar Surabaya mencatat ratusan peserta mengikuti program tahun ini dengan tiga rute tujuan utama, yakni Banyuwangi, Trenggalek, dan Ponorogo. Tingginya minat masyarakat membuat suasana pemberangkatan berlangsung ramai namun tetap tertib. (*)
Editor : Lambertus Hurek