RADAR SURABAYA – SPPG Dapur Nikmat Barokah terus meningkatkan kualitas layanan penyediaan makanan bergizi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan serta pelatihan memasak bagi seluruh karyawan dapur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap menu yang dihasilkan tidak hanya higienis, tetapi juga menarik minat anak-anak dan memenuhi kebutuhan gizi untuk tumbuh kembang.
Owner SPPG Dapur Nikmat Barokah, Yayuk Eko Agustin, mengatakan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh kepada para petugas dapur agar proses pengolahan makanan benar-benar ditangani oleh tenaga yang sehat.
“Iya, jadi kita itu ingin dapur kami itu yang terbaik. Tes kesehatan itu rektal namanya, diswab. Kita kepingin tahu bahwa semua petugas yang ada di kami betul-betul sehat, supaya yang menangani MBG di kami itu benar-benar dalam kondisi sehat,” ujarnya.
Baca Juga: Cuaca Surabaya Sepekan ke Depan Potensi Hujan Petir, BPBD Minta Warga Waspada saat Mudik dan Wisata
Menurutnya, standar kesehatan menjadi prioritas utama karena makanan yang diproduksi dikonsumsi anak-anak, sehingga kebersihan dan kondisi petugas harus dipastikan aman.
Selain pemeriksaan kesehatan, SPPG Dapur Nikmat Barokah juga menggandeng pihak lain untuk memberikan pelatihan memasak kepada seluruh karyawan dapur. Pelatihan ini bertujuan memperkaya kemampuan mereka dalam mengolah makanan bergizi dengan biaya terjangkau namun tetap menarik.
Baca Juga: Harga Emas Antam Senin 16 Maret Turun Lagi, Cuma Rp 2,992 Juta per Gram!
“Kita juga kerja sama dengan perusahaan lain untuk memperkaya mereka melalui program pelatihan. Mereka harus belajar bagaimana mengolah makanan yang baik, bergizi dengan harga murah, dan bisa menghasilkan macam-macam menu,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, para karyawan diperkenalkan dengan berbagai kreasi menu baru yang sebelumnya belum pernah dibuat di dapur tersebut. Bahkan, dalam satu sesi pelatihan, peserta mampu menyajikan delapan jenis menu berbeda.
“Ada yang belum pernah ada, ada juga kreasi dari menu yang sudah ada. Contohnya kita bikin dimsum, terus kroket, daging untuk burger, macam-macam. Ternyata kalau pakai teori yang benar itu lebih mudah, lebih enak, dan lebih murah,” katanya.
Ia menambahkan, pelatihan dilakukan langsung oleh chef profesional agar para karyawan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik memasak yang benar.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Lebih Awal, Jumlah Penumpang Naik 7,8 Persen
“Kadang mereka punya sertifikat, tapi kalau tidak praktik kan tidak tahu detailnya. Setelah diajari, mereka jadi tahu oh ternyata marinasi itu seperti ini, ini tidak boleh begini harus begitu. Jadi lebih paham,” ungkapnya.
Yayuk mengaku para karyawan sangat antusias mengikuti pelatihan karena mendapatkan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan dalam mengolah makanan.
“Respon teman-teman di dapur senang, karena mereka jadi belajar. Yang dulu gagal bikin makanan, sekarang jadi tahu caranya,” ujarnya.
Baca Juga: Kapan Idul Fitri 1447 H Masih Menunggu Sidang Isbat, BRIN Sebut Sabtu 21 Maret 2026
Ke depan, ia berharap variasi menu semakin banyak sehingga anak-anak tidak bosan dan lebih semangat makan, terutama karena selera anak saat ini semakin beragam.
“Harapan ke depan menu jadi lebih bervariasi supaya anak-anak lebih suka. Anak sekarang itu pintar, milih-milih. Minta burger, dimsum, mentai, kroket. Jadi kita harus bisa menyesuaikan tapi tetap bergizi,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto