RADAR SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Surabaya menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama kader serta pengurus partai dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci ini berlangsung penuh keakraban sekaligus menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal partai.
Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tradisi tahunan untuk mempererat ukhuwah antar kader sekaligus memperkuat semangat perjuangan politik di Kota Surabaya.
Baca Juga: Program Gentengisasi, Gerindra Jatim Ungkap Manfaat Ekonomi untuk Warga
“Alhamdulillah hari ini kita dapat kembali melaksanakan kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang rutin kita lakukan setiap Ramadan. Semoga seluruh ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua diberi kesehatan serta kekuatan,” ujar Cahyo, Sabtu (14/3) sore.
Dalam kesempatan itu, Cahyo mengatakan semangat kader Gerindra di Surabaya saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif dibanding beberapa tahun sebelumnya. Ia menilai optimisme kader semakin kuat setelah keberhasilan partai mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: PAC Gerindra Surabaya Tasyakuran Serentak HUT ke-18, Tegaskan Soliditas Hingga Ranting
“Sekarang saya melihat wajah-wajah kader Gerindra jauh lebih semangat dan optimis. Ada kombinasi kader lama dan kader baru yang sama-sama memiliki kecintaan terhadap Partai Gerindra dan Pak Prabowo,” ungkapnya.
Ia menegaskan, di Partai Gerindra tidak ada kader yang ditinggalkan. Seluruh unsur partai, baik senior maupun junior, harus terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Prinsip di Gerindra tidak ada yang ditinggalkan. Kita harus terus memperkuat sinergi antara kader senior, kader muda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua golongan demi kepentingan masyarakat Surabaya,” katanya.
Cahyo juga mengingatkan bahwa perjuangan kader tidak berhenti setelah kemenangan politik pada Pemilu 2024. Ia menilai tugas kader justru semakin besar untuk mengawal dan menyosialisasikan berbagai kebijakan strategis pemerintah kepada masyarakat.
Menurutnya, kader Gerindra harus mampu menjelaskan berbagai program yang dijalankan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan masyarakat.
Ia mencontohkan salah satu kebijakan yang menurutnya berpihak pada pekerja sektor informal adalah pemberian Bantuan Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek online.
“Ini pertama kali ada kebijakan bantuan hari raya untuk teman-teman ojek online di masa kepemimpinan Presiden Prabowo. Mereka adalah pejuang ekonomi yang membantu arus logistik dan aktivitas ekonomi di kota-kota, termasuk Surabaya,” jelasnya.
Selain itu, Cahyo juga melaporkan kepada jajaran pengurus bahwa DPC Gerindra Surabaya baru saja menggelar kegiatan retreat dan pendidikan politik bagi para pimpinan Pengurus Anak Cabang (PAC). Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas kader sekaligus membangun optimisme menuju kemenangan partai di Surabaya.
Ia menekankan bahwa dalam membangun organisasi partai, kualitas kader lebih penting daripada jumlah.
“Kita tidak butuh kuantitas yang besar, tetapi kita butuh kader yang amanah, patriotik, cinta tanah air, dan benar-benar berjuang untuk masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, pihaknya juga berencana menggelar kegiatan retreat serupa bagi para ketua ranting di seluruh Surabaya agar soliditas organisasi semakin kuat hingga tingkat akar rumput.
Menutup sambutannya, Cahyo mengajak seluruh kader Gerindra untuk terus menjaga kebersamaan dan memberikan teladan positif di tengah masyarakat.
“Berikan contoh yang baik kepada masyarakat. Tunjukkan bahwa kader Gerindra adalah orang-orang yang mencintai rakyat, mencintai kotanya, dan menjaga ketentraman lingkungan,” katanya.
Ia optimistis jika kader terus menjaga kepercayaan masyarakat, maka Partai Gerindra akan semakin kuat di Surabaya dan mampu meraih kemenangan pada kontestasi politik mendatang. (mus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista