Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kanker Rongga Mulut Sering Terlambat Ditemukan, UC Surabaya Luncurkan Program Edukasi Kesehatan

Rahmat Sudrajat • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:22 WIB

 

EDUKASI: Program Halo UC Dok diharapkan menjadi jembatan antara tenaga medis dan publik, sekaligus mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
EDUKASI: Program Halo UC Dok diharapkan menjadi jembatan antara tenaga medis dan publik, sekaligus mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

RADAR SURABAYA - Luka di mulut yang tak kunjung sembuh sering dianggap hanya sariawan biasa.

Namun kondisi tersebut berpotensi menjadi tanda awal kanker rongga mulut, yang kerap terlambat terdiagnosis di Indonesia.

Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) mencatat kanker bibir dan rongga mulut masih termasuk dalam kasus kanker yang ditemukan di negara ini.

Sejumlah studi klinis juga menunjukkan banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut, karena gejala awal sering dianggap sepele.

Merespons hal tersebut, Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program konsultasi kesehatan interaktif bertajuk Halo UC Dok.

Program ini terbuka untuk masyarakat umum dan disiarkan langsung melalui TikTok Official Universitas Ciputra Surabaya.

Program ini berjalan rutin setiap minggu, dengan jadwal Rabu untuk konsultasi kesehatan gigi dan mulut, serta Kamis untuk konsultasi kesehatan umum.

Pada edisi perdana konsultasi gigi, dua dokter spesialis penyakit mulut akan membahas tanda bahaya luka di rongga mulut yang sering diabaikan. Mereka adalah drg. Karlina Puspasari dan drg. Nurfitri Amaliah.

"Sariawan normal biasanya sembuh dalam 7–14 hari. Jika lebih dari dua minggu tidak membaik, apalagi disertai perubahan warna atau jaringan terasa keras, itu perlu diperiksakan," jelas drg. Karlina Puspasari, Kamis (5/3).

drg. Nurfitri Amaliah menambahkan bahwa keterlambatan pemeriksaan sering terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal.

"Kanker rongga mulut pada stadium awal sering tidak terasa sakit. Justru karena tidak nyeri, orang menunda pemeriksaan. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat lebih peka terhadap perubahan di tubuhnya sendiri," ujarnya.

Michael Hery Tera, Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra Surabaya, menyatakan bahwa program ini merupakan upaya untuk menghadirkan edukasi dan akses konsultasi yang lebih mudah sesuai dengan kebiasaan masyarakat di era digital.

"Halo UC Dok adalah wujud komitmen Universitas Ciputra dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat Indonesia. Kami ingin berperan aktif bukan hanya dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan publik melalui akses konsultasi yang mudah dan terpercaya," pungkasnya. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Edukasi #konsultasi kesehatan #kanker rongga mulut #halo uc dok #uc surabaya #Universitas Ciputra Surabaya #konsultasi gigi #kanker mulut