Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lulusan ITS Surabaya Sukses Kembangkan Digital Twins dari Sistem Nyata yang Terhubung Secara Real Time dengan Aplikasi Kebencanaan

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:06 WIB

 BERBAGI: Prof. Dr. Bhakti Stephan Onggo, PhD., saat menyampaikan materi kebencanaan.
BERBAGI: Prof. Dr. Bhakti Stephan Onggo, PhD., saat menyampaikan materi kebencanaan.

RADAR SURABAYA – Prof. Dr. Bhakti Stephan Onggo, PhD., alumnus Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang kini menjabat sebagai profesor di University of Southampton, Inggris, melihat teknologi bukan hanya sekadar inovasi teknis, melainkan instrumen kemanusiaan.

Melalui pengembangan inovasi digital twins, ia menghadirkan pandangan baru tentang mitigasi bencana yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada penyelamatan populasi rentan.

Pakar simulasi dan business analytics kelahiran 1970 ini mulai meniti pendidikan tinggi di Jurusan Teknik Komputer (TC) ITS pada tahun 1989, yang kini menjadi Departemen Teknik Informatika.

Meskipun harus berkutat dengan keterbatasan fasilitas saat itu, pengalaman tersebut membentuk karakternya.

“Namun, itulah yang membentuk karakter kami menjadi pribadi yang mandiri, ulet, dan tidak mudah putus asa,” tuturnya, Jumat (20/2).

Setelah menyelesaikan pendidikan di ITS, Bhakti melanjutkan studi magister di Lancaster University, Inggris pada bidang Operations Research, kemudian doktoral melalui beasiswa di National University of Singapore (NUS) jurusan Computer Science.

Ia juga menempuh postdoctoral di Inggris sebelum diangkat menjadi Assistant Professor, kemudian berpindah ke Trinity College Dublin, Irlandia sebagai Associate Professor sebelum akhirnya menetap di University of Southampton.

Meskipun telah meraih capaian global, Bhakti tetap aktif berkontribusi bagi tanah air dan almamaternya.

Ia berkolaborasi dengan Departemen Teknik Geomatika ITS serta Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS untuk mengembangkan teknologi digital twins representasi digital dari sistem nyata yang terhubung secara real time untuk aplikasi kebencanaan.

Teknologi ini dihasilkan dalam dua aplikasi yang fokus pada penyelamatan korban bencana dan distribusi bantuan, dengan keunikan pada penyelamatan populasi rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

“Kita berusaha menyelamatkan penyintas bencana secepat mungkin dan sebanyak-banyaknya,” tegas pria kelahiran Probolinggo.

Sebagai pakar simulasi, Bhakti menjelaskan bahwa digital twins mampu mengubah paradigma pemodelan berbasis simulasi yang umumnya bersifat statis.

Melalui integrasinya, pengambil keputusan dapat melakukan prediksi cepat, mengevaluasi berbagai skenario, dan mengoptimalkan alokasi sumber daya seperti fasilitas darurat secara akurat.

Pendekatan ini sangat penting mengingat ketepatan waktu dan penanganan menjadi kunci keberhasilan respons dan mitigasi bencana, menjadikannya solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan efektivitas dan ketahanan sistem penanggulangan bencana di masa depan.

Bhakti juga menyampaikan pembelajaran berharga yang didapatkannya dari ITS, antara lain kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kritis.

“Dengan mengkritisi segala hal, salah satu manfaatnya adalah terhindar dari informasi yang sifatnya hoaks,” ungkapnya.

Perjalanan akademik dan kariernya turut menguatkan eksistensi ITS di kancah global, menunjukkan bahwa inovasi terbaik lahir ketika sains bertemu empati dan alumni tetap terhubung dengan almamater.

“Fasilitas memang bagus, tetapi pada akhirnya kualitas dari mahasiswa yang akan menentukan,” pungkasnya. (rmt)

Editor : Nofilawati Anisa
#aplikasi kebencanaan #its surabaya #jurusan Teknik Komputer #digital twin #National University of Singapore (NUS). #Bhakti Stephan Onggo