RADAR SURABAYA – DPRD Kota Surabaya kebut pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas sebagai strategi membawa kampung-kampung di Kota Pahlawan naik kelas dan terhubung langsung dengan jejaring kota pintar di tingkat ASEAN.
Raperda ini ditargetkan rampung paling lambat akhir April 2026, seiring ambisi Surabaya untuk masuk dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN), forum kerja sama kota-kota pintar se-Asia Tenggara.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Kampung Cerdas, Azhar Kahfi, mengatakan percepatan pembahasan menjadi penting agar Surabaya tidak hanya dikenal sebagai smart city di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan regional.
“Raperda ini kami dorong agar Surabaya punya landasan kuat untuk masuk ASCN. Kampung-kampung di Surabaya sebenarnya sudah banyak yang cerdas, tinggal disatukan dalam sistem dan kebijakan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Enam Pilar Kampung Cerdas
Dalam Raperda tersebut, konsep Kampung Cerdas dirancang mengacu pada enam unsur utama smart city. Setiap kampung tidak harus memenuhi seluruh kriteria, namun diharapkan memiliki keunggulan pada beberapa aspek sesuai potensi lokal.
“Mulai dari smart social, smart branding, smart environment yang terkait lingkungan, sampai smart government untuk penguatan layanan administrasi,” jelas Azhar.
Ia mencontohkan, banyak kampung di Surabaya yang sudah memiliki branding kuat, baik sebagai kampung wisata, sentra UMKM, hingga kampung tematik berbasis budaya dan lingkungan.
“Ini potensi luar biasa. Kalau diformalkan lewat regulasi, dampaknya bisa berlipat,” tambahnya.
Dari Kampung Lokal ke Jejaring Internasional
Lebih jauh, Raperda Kampung Cerdas tidak hanya berhenti pada pengakuan kampung berprestasi. Regulasi ini juga akan melahirkan badan atau komite pengembangan Kampung Cerdas yang bertugas mendampingi dan mengarahkan pengembangan kampung secara berkelanjutan.
Dalam jangka panjang, komite tersebut diharapkan menjadi penghubung kampung-kampung di Surabaya dengan jejaring kota lain di ASEAN melalui ASCN.
Baca Juga: Surabaya Bangun Pusat Edukasi Lingkungan di Taman Mozaik Wiyung
“Kalau kampung-kampung ini tidak dibimbing, tidak diberi jalur, tidak didampingi pemerintah, maka potensinya tidak akan optimal. Padahal, mereka bisa menjadi wajah Surabaya di level internasional,” tegas Azhar.
Bangkit Setelah Tertahan Tiga Tahun
Raperda Kampung Cerdas sebelumnya sempat mandek hampir tiga tahun sejak pertama kali dibahas pada 2022. Kini, pembahasan kembali dipacu setelah DPRD menggelar tiga kali rapat pansus.
Dalam prosesnya, DPRD juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk melakukan konsultasi lanjutan sekaligus menentukan leading sector agar implementasi Kampung Cerdas berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.
Menurut Azhar, masuknya Surabaya ke dalam ASCN akan membuka peluang kerja sama internasional, transfer pengetahuan, hingga penguatan kapasitas kampung sebagai ujung tombak pembangunan kota.
“Kampung Cerdas bukan sekadar program. Ini cara Surabaya membangun dari bawah, dari kampung, untuk bersaing di tingkat ASEAN,” pungkasnya. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto