RADAR SURABAYA - Dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TSKBS) kembali mencuat. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pihaknya meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk melakukan audit keuangan secara independen agar hasilnya lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Eri, dugaan penyimpangan ini bukan hal baru. Sejak tahun 2013, sudah ada kejanggalan dalam audit neraca keuangan PD TSKBS.
“Maka saya minta di tahun 2023 dilakukan oleh tim independen. Saya tidak mau yang ditunjuk oleh PD TSKBS. Karena apa? Sejak tahun 2013 itu ada temuan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota Eri, Jumat (6/2).
Ia menambahkan, hasil audit independen yang dilakukan pada 2023 menunjukkan adanya laporan keuangan yang tidak sesuai. Karena itu, ia meminta Kejati Jatim turun tangan untuk memeriksa lebih lanjut.
“Setelah tim audit independen itu terbentuk, ternyata hasilnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Siapa yang salah ya ditaruh, karena itu uang rakyat,” tegas laki-laki yang akrab disapa Cak Eri ini.
Eri juga mengungkapkan bahwa sejak 2023 dirinya telah meminta seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk melakukan pendampingan audit neraca keuangan. Namun, hingga kini masalah tersebut belum tuntas.
“BUMD-BUMD itu sudah saya minta sebenarnya, pendampingan-pendampingan itu untuk menghitung dan mengembalikan dari tahun 2023. Tapi, setelah ini kok nggak selesai-selesai, akhirnya ketika tim independen tahu semuanya, dan Kejati bergerak melakukan pemeriksaan, ya sudah, silahkan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil temuan tim audit independen, terdapat laporan neraca keuangan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Makannya direksinya ini lah yang akan mempertanggungjawabkan laporan keuangan yang di 2013,” kata Cak Eri.
Ia berharap, dengan adanya audit independen, neraca keuangan PD TSKBS bisa lebih sehat dan transparan ke depannya.
“Yang sekarang dengan tim independen sudah bisa dipertanggungjawabkan, tetapi catatan yang lama neracanya ada, tapi duitnya yang nggak ada. Biarkan ini berjalan, maka insyaallah nanti akan menjadi sehat kembali, tatanannya lebih bagus,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari