RADAR SURABAYA — Semangat satu abad Nahdlatul Ulama (NU) terasa hangat di tengah masyarakat Kota Surabaya. Tak hanya dirayakan dengan doa dan refleksi sejarah, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Surabaya memilih cara yang lebih membumi, mendekatkan layanan kesehatan langsung kepada warga.
Ketua LKNU Kota Surabaya, dr. Akbar Fahmi menjelaskan dalam menindaklanjuti surat edaran dari PWNU Jawa Timur perihal pelayanan kesehatan gratis dalam rangka Harlah Satu Abad NU tahun 2026, LKNU Surabaya berkoordinasi dan berkolaborasi dengan tiga rumah sakit lslam, yakni RS Islam Surabaya A. Yani, RS Islam Surabaya Jemursari, dan RSI Darus Syifa’ Surabaya untuk bersama-sama menggelar pelayanan kesehatan serentak bagi masyarakat, pada hari Sabtu pagi (31/1).
"Salah satu kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat kegiatan yang digelar di RS Islam Surabaya Jemursari. Rumah sakit ini juga menghadirkan Health Talk sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum," jelas dr. Akbar.
Menurutnya, melalui sesi edukasi bersama dokter dan ahli gizi, peserta diajak memahami pentingnya pola makan sehat, kebiasaan ngemil yang aman, serta cara menjaga kestabilan gula darah. Tak sekadar teori, kegiatan ini dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah deteksi dini gangguan kesehatan.
"Mengusung tema Ngemil Tanpa Khawatir: Tips Dokter dan Ahli Gizi untuk Gula Darah Stabil, kegiatan ini menyasar persoalan kesehatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, RS Islam Surabaya A. Yani juga turut ambil bagian dengan menggelar Pemeriksaan Kesehatan (Medical Check Up) sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
"Layanan ini diharapkan membantu warga mengenali kondisi tubuhnya lebih awal sebelum muncul keluhan serius," urainya.
Tidak hanya itu, kegiatan serupa juga dilakukan RSI Darus Syifa’ Surabaya yang juga memberikan pemeriksaan kesehatan gratis. Hal ini menegaskan bahwa kegiatan serentak tersebut merupakan bagian dari komitmen NU untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kesehatannya, mau melakukan deteksi dini gangguan kesehatan, serta terdorong menerapkan pola hidup sehat. Semua itu sejalan dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ruh Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Terakhir, dr Akbar Fahmi berharap momentum satu abad NU dapat menjadi pengingat bahwa pengabdian tak hanya diwujudkan lewat dakwah dan pendidikan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan di bidang kesehatan yang hadir, melayani, dan menyehatkan bersama.
"Selamat Hari Lahir ke-100 Tahun Nahdlatul Ulama, Semoga kita semua diakui sebagai santrinya Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, dan melalui NU bersama-sama memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat," harapnya. (ind/gun)
Editor : Guntur Irianto