Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubes Unair Surabaya Ingatkan Deteksi Dini Penting untuk Keberhasilan Terapi Kanker Kandung Kemih

Rahmat Sudrajat • Kamis, 29 Januari 2026 | 15:53 WIB
Prof. Dr. Wahjoe Djatisoesanto, dr. Sp.U., Subsp. Onk
Prof. Dr. Wahjoe Djatisoesanto, dr. Sp.U., Subsp. Onk

RADAR SURABAYA - Penanganan kanker kandung kemih perlu dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kondisi fisik, psikologis, sosial, ekonomi, hingga spiritual penderita.

Hal ini untuk memastikan keberhasilan terapi, sekaligus menjaga kemampuan pasien menjalani kehidupan sehari-hari pasca pengobatan.

Menurut pakar Urologi Onkologi, Prof. Dr. Wahjoe Djatisoesanto, dr. Sp.U., Subsp. Onk, urologi onkologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keganasan kanker pada saluran kemih dan sistem reproduksi.

"Kanker kandung kemih termasuk jenis kanker yang ganas dengan angka kejadian yang terus meningkat di dunia. Faktor risiko utamanya meliputi kebiasaan merokok serta paparan bahan kimia tertentu, khususnya pada lingkungan kerja," jelas Prof. Wahjoe, Kamis (29/1).

Gejala awal yang sering muncul berupa kencing bercampur darah tanpa rasa nyeri, sehingga kerap diabaikan oleh penderita.

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan klinis yang cermat, didukung pemeriksaan laboratorium dan pencitraan seperti ultasonografi, CT-scan, dan MRI.

Pemeriksaan tersebut penting untuk menentukan stadium kanker dan menjadi dasar pemilihan terapi yang paling sesuai.

"Banyak pasien datang dalam kondisi stadium lanjut karena menganggap kencing berdarah sebagai keluhan ringan, padahal pada stadium awal, kanker sering tidak menimbulkan rasa sakit," tutur guru besar Universitas Airlangga (Unair) ini.

Perkembangan teknologi kedokteran memungkinkan penerapan operasi invasif minimal seperti laporoskopi dan bedah berbantuan robot.

Metode ini memberikan keuntungan berupa luka operasi lebih kecil, pendarahan minimal, serta masa pemulihan yang lebih singkat.

"Penanganan kanker kandung kemih perlu kerja sama multidisiplin yang baik, antara dokter
urologi subspesialis onkologi, radiologis, patologis, onkologi medis, rehabilitasi medis dan perawat terlatih untuk perawatan stoma," jelasnya.

Pemilihan terapinya harus memperhatikan stadium kanker dan keberadaan penyakit penyerta.

Pengambilan keputusan terapi, juga harus didiskusikan dengan pasien dan keluarganya agar mereka mengerti tentang tujuan utama pengobatan.

Prof. Wahjoe mendorong peningkatan edukasi pada masyarakat mengenai pola hidup sehat dan pentingnya deteksi dini kanker kandung kemih.

“Pemeriksaan medis sejak awal mampu meningkatkan keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien,” tegasnya. (rmt/opi)

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#unair surabaya #guru besar #kanker kandung kemih #stadium lanjut #onkologi #Kondisi Fisik #deteksi dini #UROLOGI