RADAR SURABAYA - Temuan dua prasasti kuno, yaitu Prasasti Kancana tahun 860 M dan Prasasti Canggu tahun 1358 M di kawasan Pagesangan, Surabaya, telah menarik perhatian peneliti dari luar negeri.
Temuan situs bersejarah era Majapahit ini berdampak positif bagi kawasan tersebut.
Lurah Pagesangan Yudi Kurniawan mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali menerima kunjungan tamu dari luar negeri.
Mereka tertarik melakukan penelitian terhadap kedua prasasti tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan situs bersejarah ini.
"Ya ada tamu dari luar negeri untuk melihat benda sejarah itu. Seperti tamu profesor dari Jepang yang mengadakan penelitian," tutur Yudi, Selasa (13/1).
Saat ini, batu bata merah hasil temuan di lokasi disimpan di kantor Kelurahan Pagesangan sebagai bagian dari upaya penyusunan narasi sejarah Pagesangan.
Menurut Yudi, temuan arkeologi ini memberikan jawaban faktual terkait informasi awal dari kedua prasasti kuno.
Ia juga berharap benda bersejarah tersebut dapat menjadi penanda dan sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, bahwa Pagesangan merupakan bagian dari wilayah Majapahit.
"Ya sih berharap menjadi tanda ada bahwa Pagesangan ada bagian dari Majapahit," ucapnya.
Untuk memberikan pemahaman sejarah kepada masyarakat, warga membuat plakat sebagai duplikat Prasasti Kencana.
"Karena itu asli (prasasti, Red) jadi warga membuat duplikatnya," imbuh Yudi.
Menurut Yudi, penemuan bukti sejarah Majapahit di Pagesangan akan meningkatkan citra kawasan tersebut.
Selain itu, warga juga akan terus melestarikan budaya di tengah kemajuan zaman saat ini. "Tentunya warga Pagesangan masih nguri-uri budaya," tegasnya.
Terkait Hari Jadi Desa Pagesangan (HJDP) yang ditetapkan pada tanggal 31 Oktober 860 M sesuai catatan Prasasti Kencana, Yudi mengaku telah diperingati setiap tahunnya.
Termasuk dengan kegiatan sedekah bumi dan ziarah ke makam sesepuh seperti Mbah Zakaria, lurah pertama Pagesangan.
Sebelumnya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Trowulan Jawa Timur juga telah melakukan pengecekan dan kajian terhadap situs sejarah tersebut.
Prasasti Kancana dari Kerajaan Medang menetapkan wilayah Bungur (sekarang Bungurasih) sebagai sima untuk memelihara bangunan suci Kencana, sekaligus mencatat sejarah awal Desa Bungur dan sekitarnya termasuk Pagesangan Gesang.
Sementara Prasasti Canggu menyebut Gsang atau Pagesangan sebagai salah satu Naditira Pradesa, desa di tepian sungai yang berjasa menyediakan jasa penyeberangan, bersama dengan Bukul (Bungkul) dan Surabhaya (Surabaya). (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa