Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dari Gim ke Prestasi: Turnamen MLBB 2025 Jadi Sarana Pembinaan Karakter Pelajar

Andy Satria • Jumat, 9 Januari 2026 | 09:34 WIB
Turnamen esport yang melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembinaan karakter dan  soft skills generasi muda.
Turnamen esport yang melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembinaan karakter dan soft skills generasi muda.

RADAR SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama pengembang gim global Moonton Games menggelar Grand

Tournament Mobile Legends Bang Bang (MLBB) Goes to School 2025 sebagai upaya membangun ekosistem esport pelajar yang sehat, edukatif, dan berkarakter.

Kegiatan ini berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Kamis (8/1) hingga Minggu (11/1).

Turnamen esport yang melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai sarana pembinaan karakter dan pengembangan soft skills generasi muda.

Melalui program ini, pelajar dikenalkan pada dunia esport secara positif, terstruktur, dan bertanggung jawab.

Bangun Ekosistem Esport Sehat Sejak Dini

Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengatakan tingginya minat pelajar terhadap gim harus dibarengi dengan pendampingan yang tepat dari pihak sekolah dan orang tua.

“Ketika anak-anak menyukai gim kami, sudah menjadi tanggung jawab kami untuk membimbing mereka agar bermain secara sehat dan bermakna.

Kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi kunci agar gim turut mendukung pembentukan karakter,” ujar Erina.

Ia menjelaskan, turnamen ini merupakan bagian dari program MLBB Teacher Ambassador yang menempatkan guru sebagai pendamping utama siswa dalam aktivitas esport.

Hingga kini, program tersebut telah menjangkau 328 sekolah di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, dan Mojokerto.

Jawa Timur dipilih sebagai wilayah perintis karena dinilai memiliki kesiapan infrastruktur pendidikan serta dukungan aktif dari tenaga pengajar.

Tidak Sekadar Cetak Atlet, Fokus Pembinaan Karakter

Menurut Erina, tujuan utama program ini bukan hanya mencetak atlet profesional, melainkan menanamkan nilai-nilai penting seperti kerja sama tim, komunikasi, kepemimpinan, disiplin, dan kemampuan berpikir strategis.

“Pendidikan dan pengembangan karakter tetap menjadi prioritas. Dari sini, kami ingin menyusun program esport pelajar yang semakin terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dari sisi pemerintah daerah, kegiatan ini mendapat dukungan penuh. Mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara hobi dan prestasi akademik.

“Anak-anak harus sehat dan bijak menggunakan gawai. Kegiatan seperti ini harus tetap sejalan dengan proses belajar di sekolah,” tuturnya.

Pembinaan Atlet Usia Dini Jawa Timur

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan, menilai turnamen tersebut sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet usia dini di bidang esport.

“Usia SD dan SMP merupakan fase awal untuk mengenali potensi dan bakat pelajar. Terima kasih kepada Moonton yang menjadikan Jawa Timur sebagai proyek perintis.

Harapannya, kegiatan positif ini dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” pungkasnya.

Melalui Grand Tournament MLBB Goes to School 2025, Pemkot Surabaya dan Moonton berharap dunia esport pelajar dapat berkembang dengan mengedepankan nilai sportivitas, disiplin, literasi digital, dan karakter positif sejak usia dini. (Sam)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Moonton Games #goes to school #karakter #Mobile Legends Bang Bang #mlbb #pemkot surabaya