Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jaka Tarub Dipentaskan ala Ketoprak Komunikatif oleh Mahasiswa Sendratasik Unesa

Rahmat Sudrajat • Jumat, 9 Januari 2026 | 08:44 WIB
BUDAYA: Pementasan Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari Nawang Wulan ditampilkan dengan gaya banyolan khas ketoprak.
BUDAYA: Pementasan Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari Nawang Wulan ditampilkan dengan gaya banyolan khas ketoprak.

RADAR SURABAYA - Kisah klasik Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari Nawang Wulan, kembali menghiasi panggung seni.

Cerita legendaris tersebut dikemas dengan gaya ketoprak yang komunikatif.

Penuh komedi sekaligus sarat pesan moral tentang kejujuran dan keikhlasan.

Pementasan ini dilakukan oleh mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), di Graha Sawunggaling, Kampus II Lidah Wetan.

Selain menjadi tontonan terbuka bagi masyarakat, pementasan ini juga merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Teater Tradisional bagi mahasiswa angkatan 2024 kelas Sendratasik ABC.

Yang menjadi ruang pembelajaran langsung untuk mengaplikasikan pemahaman teoretis ke dalam praktik seni pertunjukan secara utuh.

Sebelumnya, mereka pernah mementaskan ludruk di Taman Budaya hingga mendapat undangan ke Yogyakarta untuk membawakan ludruk dengan naskah-naskah lama.

Menurutnya, transformasi seni tradisi adalah keniscayaan yang perlu disikapi secara bijak.

“Bentuk-bentuk lama pasti akan bertransformasi menjadi bentuk baru. Itu harus diterima, tetapi akarnya tetap dijaga agar generasi muda tidak tercerabut dari budayanya. Nilai-nilai itulah yang membentuk karakter dan moral mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Jumat 9 Januari 2026: Karier Naik Daun, Keuangan Menguat, Asmara Penuh Kejutan

Sekitar 50 mahasiswa terlibat dalam keseluruhan proses produksi pementasan ini, mulai dari pemeran, pemusik, penata rias, tim properti, hingga kru panggung.

Persiapan dilakukan selama kurang lebih satu semester dengan latihan intensif di sela perkuliahan, dan disutradarai oleh Aldhi Teguh, Maharani Pradivta, serta Funta Erza.

Aldhi Teguh menjelaskan bahwa pementasan tetap berpijak pada pakem ketoprak, namun diberi sentuhan komedi yang lebih segar agar dekat dengan generasi muda.

Alur utama cerita tetap dipertahankan, meski ada penambahan tokoh untuk memberi ruang tampil bagi lebih banyak pemain.

“Secara garis besar ceritanya tetap sama. Kami menambahkan beberapa tokoh seperti Kijang atau Dukun agar teman-teman yang tidak ada di naskah asli tetap mendapat kesempatan tampil,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan salah satu adegan paling berkesan baginya adalah adegan setelah Gambyong, yang menjadi tantangan tersendiri karena merupakan pengalaman pertama menggarap ketoprak secara serius.

“Waktu itu benar-benar baru dan cukup bikin pusing, tapi justru di situ proses belajarnya,” katanya.

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pentas seni #jaka tarub #UNESA #ketoprak #sendratasik #teater #ujian akhir semester