Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perlu Dukungan Berlapis untuk Operasional Harian Nelayan Tradisional, Negara dan Dunia Usaha Harus Turun Tangan

Indra Wijayanto • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:00 WIB
PERBAIKAN KUALITAS: Beban operasional nelayan tidak hanya pada BBM, tapi juga faktor lain seperti hasil tangkapan, penyimpanan ikan, dan keterbatasan teknologi kapal. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
PERBAIKAN KUALITAS: Beban operasional nelayan tidak hanya pada BBM, tapi juga faktor lain seperti hasil tangkapan, penyimpanan ikan, dan keterbatasan teknologi kapal. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)

RADAR SURABAYA - Perbandingan biaya operasional dan pemasukan nelayan masih minus. Pemerintah dan kalangan industri dapat berperan menekan ketimpangan itu.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Prof Rudi Purwono menanggapi mandeknya operasional SPBU nelayan di pesisir Surabaya yang berdampak pada kenaikan biaya melaut. Baginya, persoalan tersebut harus dilihat sebagai masalah sektor usaha kecil yang membutuhkan kehadiran negara.

Menurut Prof Rudi, nelayan tradisional tidak bisa diperlakukan lewat pendekatan mekanisme pasar murni. Nelayan merupakan kelompok usaha kecil yang memiliki keterbatasan modal dan akses. Dalam konteks tersebut, pemerintah wajib hadir untuk memastikan keberlanjutan usaha rakyat kecil.

Editor : Vega Dwi Arista
#dunia usaha #biaya #operasional #Negara #tradisional #nelayan