RADAR SURABAYA - Seorang pelajar SMP di Surabaya yang belum diketahui identitasnya diduga menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang penumpang laki-laki saat naik Suroboyo Bus, Rabu (7/1). Korban saat itu naik bus bersama ibunya.
Setelah mendapatkan dugaan tindakan pelecehan seksual tersebut, korban bersama ibunya turun di halte Jalan Urip Sumoharjo. Terduga pelaku juga turun di halte yang sama.
Diduga ketakutan korban menangis. Dia buka suara kepada ibunya dan massa bahwa baru saja menjadi korban dugaan pelecehan seksual. Modusnya pelaku menggesek-gesek alat kelaminya ke tubuh korban saat naik bus.
"'Kata ibunya, sang anak berdiri, pelaku gesek-gesek (alat kelaminnya), sama-sama berdiri. Ibu dan anak turun halte sini, pelaku juga turun. Karena anaknya ketakutan, pelaku lari," ujar salah satu warga Ali, Kamis (8/1).
Ali menambahkan, terduga pelaku setelah turun berusaha melarikan diri masuk ke gang sekitar lokasi. Terduga pelaku langsung dikejar massa sekitar dan masuk ke gang buntu. Tak lama kemudian berhasil ditangkap. "Pelaku nggak ngaku sama sekali, sempat dipukul warga, orangnya besar," terangnya.
Setelah ditangkap massa, terduga pelaku sempat dihajar di lokasi. Saksi kemudian menghubungi 110 dan anggota Polsek Genteng tiba di lokasi mengamankan terduga pelaku.
"Polisi datang ibu sama anaknya pergi. Pelaku sudah dibawa ke Polsek," tegasnya. Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada saat dikonfirmasi membenarkan setelah menerima laporan 110 dari warga mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku. Namun untuk korban dan ibunya sudah tidak ada.
"Dilecehkan seperti apa kita belum bisa konfirmasi lagi. Si ibu sama anaknya nggak ada. Kita masih cari sampai sekarang belum tahu. Ya nggak ada laporan (dari korban)," terang dia.
Ia mengungkapkan, untuk terduga pelaku masih diamankan. Namun apabila 1 x 24 jam belum ada korban melapor, terduga akan dipulangkan. Namun apabila korban melapor nanti akan dicari.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Vian Wijaya menuturkan, masih belum mengetahui apa yang terjadi. Sebab korban belum memberikan keterangan. "Anggota Bhabinkamtibmas sekitar lokasi dan seluruh wilayah Genteng juga dikerahkan mencari korban supaya melapor. Jadi kita tidak menunggu tapi mencari," tukasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto