Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dokter Kulit Surabaya Sebut Tiga Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Merusak Kesehatan Kulit

Andy Satria • Selasa, 6 Januari 2026 | 15:45 WIB
PERAWATAN KULIT WAJAH: Seorang pasien mendapatkan perawatan kulit wajah, dari dokter kecantikan, di salah satu klinik kecantikan di Surabaya.
PERAWATAN KULIT WAJAH: Seorang pasien mendapatkan perawatan kulit wajah, dari dokter kecantikan, di salah satu klinik kecantikan di Surabaya.

RADAR SURABAYA - Kebiasaan sehari-hari yang kerap dianggap sepele ternyata bisa berdampak besar pada kesehatan kulit.

Terlalu sering mandi dengan air hangat, menggosok wajah secara berlebihan saat membersihkan riasan, hingga tidak menggunakan tabir surya disebut dapat merusak skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit.

Dokter kecantikan Leni Kumala menjelaskan, skin barrier merupakan lapisan terluar kulit atau stratum korneum yang berfungsi melindungi tubuh dari berbagai ancaman luar.

Mulai dari kuman, polusi, radiasi sinar ultraviolet (UV), hingga zat kimia berbahaya. Selain itu, lapisan ini juga berperan penting dalam menjaga kelembapan kulit.

“Skin barrier itu kulit di permukaan. Tugasnya sebagai pelindung dari macam-macam, termasuk debu, dingin, panas, dan lainnya. Kalau skin barrier kita perbaiki, kualitas kulit juga akan jadi lebih bagus,” ungkap dr. Leni, Selasa (6/1).

Menurutnya, skin barrier yang rusak dapat dikenali dari sejumlah tanda.

Di antaranya kulit mudah iritasi, muncul jerawat, terasa gatal, hingga tampak kering dan bersisik. Kondisi tersebut, jika dibiarkan, dapat membuat kulit terlihat lebih kusam dan menua.

“Skin barrier yang tidak bagus bisa membuat kulit berkomedo, berjerawat, dan terlihat lebih tua,” imbuhnya.

Menariknya, masalah skin barrier tidak hanya dialami orang dewasa.

Remaja juga cukup banyak yang mengalami kondisi serupa. Salah satu pemicunya adalah penggunaan make up yang kurang tepat.

“Remaja sekarang sudah banyak yang memakai make up. Kalau pemakaiannya tidak benar, itu bisa memicu kerusakan skin barrier,” kata dr Leni.

Ia menambahkan, kulit kering bersisik juga menjadi salah satu tanda awal gangguan skin barrier.

Jika kondisi ini terus berlanjut, kulit akan menjadi lebih sensitif, mudah kemerahan, serta rentan mengalami alergi dan rasa gatal.

Dr Leni menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan kondisi tersebut.

Bila dalam beberapa minggu tidak menunjukkan perbaikan, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan.

“Kita harus cari tahu penyebabnya. Bisa karena sering mandi air hangat, cuci muka pakai air hangat, penggunaan kosmetik yang tidak tepat, atau faktor lain seperti aktivitas bepergian,” jelasnya.

Dengan perawatan yang tepat dan kebiasaan yang lebih ramah bagi kulit, skin barrier dapat pulih dan membantu menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#riasan #surabaya #sinar ultraviolet #Skin barrier #dokter kulit #mandi air hangat #radiasi #kesehatan kulit