Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Penjualan Kembang Api di Surabaya Lesu Jelang Tahun Baru 2026

Andy Satria • Selasa, 30 Desember 2025 | 21:31 WIB
BATASAN KEMBANG API: Pembeli ketika memilih kembang api di toko penyedia kawasan Jalan Pasar Kembang, Surabaya, Selasa (30/12).
BATASAN KEMBANG API: Pembeli ketika memilih kembang api di toko penyedia kawasan Jalan Pasar Kembang, Surabaya, Selasa (30/12).

RADAR SURABAYA - Penjualan kembang api jelang perayaan pergantian tahun 2025 ke Tahun Baru 2026 di Surabaya terpantau menurun.

Kondisi ini dirasakan para pedagang, menyusul adanya imbauan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan, termasuk pesta kembang api.

Faktor ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih juga turut memengaruhi daya beli.

Hani Amanda, penjual kembang api di kawasan Jalan Pasar Kembang, Surabaya, mengatakan penjualan tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.

Ia menyebut suasana pasar terasa jauh lebih sepi.

“Penjualan kembang api dari tahun kemarin perbandingannya beda jauh sekali. Tahun ini sepi banget. Beberapa waktu lalu ada imbauan dari pemerintah untuk tidak menyalakan kembang api, jadi kemungkinan orang-orang juga agak takut. Selain itu, kondisi ekonomi sekarang membuat orang lebih memilih beli kebutuhan lain daripada kembang api,” ujar Hani, Selasa (30/12).

Ia mengungkapkan, omzet penjualan kembang api tahun ini turun hingga 50 persen.

Padahal, biasanya tiga hari menjelang malam tahun baru menjadi puncak keramaian pembeli.

“Harusnya tiga hari sebelum hari H itu ramai-ramainya. Banyak pembeli yang mau liburan ke Malang, Batu, atau Trawas, mampir ke sini dulu buat beli kembang api. Sekarang sepi, hampir 50 persen penurunannya,” jelasnya.

Menurut Hani, persiapan stok kembang api sebenarnya sudah dilakukan sejak awal Desember.

Namun, imbauan pemerintah yang baru disampaikan beberapa hari terakhir membuat dampaknya sangat terasa.

“Barang sudah datang sejak awal Desember. Begitu ada imbauan, kelihatan banget imbasnya. Bahkan ada pembeli yang sudah beli jauh-jauh hari minta dikembalikan karena tidak bisa dipakai. Ya mau bagaimana lagi, kita terima karena memang tidak bisa digunakan,” katanya.

Kembang api yang tidak terjual tersebut rencananya akan disimpan untuk dijual kembali pada momen Lebaran.

Hani menambahkan, sebagian besar kembang api yang dijual merupakan barang impor dari Tiongkok yang masuk melalui Jakarta sebelum dikirim ke Surabaya.

“Barangnya impor dari Cina, lewat Jakarta dulu. Sistemnya titip barang, kalau laku baru kita bayarkan,” imbuhnya.

Untuk jenis kembang api, Hani menyebut stok yang disiapkan setiap tahun relatif sama.

Mulai dari kembang api pesta sekali bakar dengan 100 hingga 300 tembakan yang harganya lebih mahal, hingga kembang api sederhana seperti pipa seharga sekitar Rp 40 ribu per pak isi empat batang.

Selain itu, kembang api jenis air mancur juga banyak diminati karena dinilai lebih aman untuk anak-anak.

“Harga pembelian bervariasi, mulai Rp 30 ribu sampai Rp 3 juta, tergantung jenis kembang apinya,” jelas Hani.

Mayoritas pembeli berasal dari Surabaya dan sekitarnya, seperti Sidoarjo.

Ada yang membeli untuk dipakai sendiri di rumah, ada pula yang dijual kembali oleh pedagang kaki lima.

“Sekarang yang beli masih ada, tapi kebanyakan individu. Penurunannya memang drastis,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli, Johnny Anggo, warga Surabaya, mengaku tetap membeli kembang api untuk memeriahkan malam tahun baru bersama keluarga di rumah.

“Tadi beli kembang api air mancur, yang tidak ada letusannya. Soalnya kalau yang meledak bisa mengganggu tetangga. Ini beli dua macam, tingginya sekitar satu meter,” kata Johnny.

Ia mengaku hampir setiap tahun merayakan malam pergantian tahun dengan kembang api.

Namun, tahun ini lebih memilih jenis yang aman dan tidak menimbulkan suara keras.

“Terkait imbauan itu, saya pikir lebih ke petasan. Makanya saya cari yang lebih aman saja, kembang api air mancur. Sempat bimbang juga, tapi akhirnya pilih yang aman,” tuturnya. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#penjualan #sepi #tahun baru 2026 #pesta #kembang api #wali kota surabaya #daya beli #akhir tahun