Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Medsos Dipenuhi Akun Promosi Jasa dan Penipuan, Pengamat Minta Pemerintah Lebih Tegas

Rahmat Sudrajat • Jumat, 26 Desember 2025 | 23:42 WIB

Pentingnya Verifikasi Dua Langkah Cegah Peretasan Akun Medsos
Pentingnya Verifikasi Dua Langkah Cegah Peretasan Akun Medsos


RADAR SURABAYA - Kondisi media sosial saat ini semakin bebas dalam menyebarkan informasi, termasuk banyak akun promosi yang muncul terutama yang menawarkan jasa seksual seperti pijat hingga menemani kencan. Kerapnya akun-akun ini disalahgunakan bahkan menjadi sarana penipuan membuat masyarakat perlu diedukasi agar tidak terjebak pada layanan-layanan promotif negatif.

Menurut pengamat artificial intelligence, Vincentius Riandaru Prasetyo, langkah awal yang bisa diambil oleh pengguna atau masyarakat adalah memanfaatkan fitur yang ada di aplikasi yakni fitur report yang ada di medsos.

"Sebetulnya kalau di aplikasi medsos ada fitur report atau blok, jadi kalau ada indikasi akun menawarkan jasa berbau seksual dan penipuan sebenarnya pembaca bisa melaporkan," ujarnya, Jumat (26/12).

Ia menambahkan perusahaan medsos tidak di Indonesia karena bukan milik orang Indonesia, sehingga mekanisme pelaporan tetap efektif untuk dilakukan dengan cara melaporkan atau report. "Kalau medsos ini bukan milik Indonesia jadi otoritasnya di luar negeri, cara yang paling efektif kalau orang yang melaporkan bahwa indikasi akun sensual, lama-lama dia akan terblok sendiri dan akhirnya tidak akan muncul," jelasnya.

Selain peran pengguna, Vincentius juga menekankan perlunya ketegasan dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). "Seperti di China, WhatsApp, FB, dan IG dibatasi di sana itu faktornya dari pemerintah sendiri. Komdigi bagaimana memfilter dan punya andil sangat penting," tegas dosen Teknik Informatika Peminatan Data Science and Artificial Intelligence di Universitas Surabaya (Ubaya) ini.

Baca Juga: Belum Pasti Main! Kondisi Gali Freitas Bikin Persebaya Cemas Jelang Hadapi Persijap

Ia juga menyarankan agar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) lebih dipertegas untuk memberikan efek jera. Apalagi dengan perkembangan AI sekarang, seharusnya pemerintah bisa berinovasi membuat AI secara otomatis sehingga akun yang berindikasi langsung terhapus. "Karena perkembangan AI sangat pesat," ujarnya.

Selain deteksi otomatis, Vincentius menjelaskan bahwa filterisasi dan pelacakan lokasi akun juga bisa membantu penegak hukum. "Bisa memfilter, bisa memanfaatkan AI sehingga otomatis terdeteksi posisi akunnya, sehingga bisa terblokir dan dilacak lokasinya membantu pihak kepolisian menangkap pelaku. Semakin banyak tertangkap, semakin banyak orang berpikir dua kali untuk melakukan tindakan itu," katanya.

Menurutnya, kemudahan akses medsos juga menjadi salah satu kelemahan yang menyebabkan munculnya akun-akun negatif. "Mereka memilih medsos karena semua bisa mengakses, mendaftar tanpa ketentuan yang ribet, bahkan bisa membuat akun fake atau palsu dengan email palsu. Tidak perlu verifikasi KTP atau paspor, semua bisa dibuat dengan mudah," jelasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#media sosial #UBAYA LIFe #AI #penipuan media sosial #artificial intelligence #Scam